INILAH.COM, Jakarta - Tim Harga Minyak Indonesia cq Departemen ESDM memperkirakan selama Februari harga minyak dunia akan
cenderung menguat.
Di samping laporan bulanan OPEC yang memperkirakan pertumbuhan perekonomian global untuk tahun 2010 akan tumbuh sebesar 3,1%, eskalasi suhu politik di Nigeria berdampak positif pada suplai minyak mentah.
Analisis tim harga minyak Indonesia, seperti dikutip INILAH.COM, dari siaran pers Ditjen Migas, Sabtu (6/2) menjelaskan kalau penguatan harga minyak bulan ini diperkuat oleh eskalasi suhu politik di Nigeria yang dapat mengganggu kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah dengan gerilyawan MEND, sehingga berdampak negatif terhadap kelancaran suplai minyak mentah.
Selain itu, pencalonan kembali Ben Bernake sebagai Gubernur Bank Sentral AS, mengakibatkan berkurangnya ketidakpastian pasar saham dan valas dalam hubungannya dengan pemulihan perekonomian AS.
Sementara faktor yang dapat memperlemah harga minyak adalah usulan Presiden AS untuk membatasi aktivitas sektor perbankan dalam pasar minyak mentah berjangka (oil futures) dan kebijakan uang ketat pemerintah China, antara lain melalui peningkatan suku bunga berpotensi memperlambat laju pertumbuhan ekonomi.
Terus menurunnya tingkat kepatuhan anggota OPEC terhadap kesepakatan pengurangan produksi minyak mentah menjadi 58% dari sebelumnya 60%. Ini terlihat dari peningkatan produksi sebesar 24,845 juta barel per hari. Menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap euro dan beberapa mata uang utama lainnya, dapat memperlemah harga minyak Februari. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !