inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Indonesia Masa Depan ASEAN

Rusia Respon Positif Ekonomi RI

Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Yusuf Karim
Minggu, 7 Februari 2010 | 11:29 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kondisi perekonomian Indonesia yang menunjukkan gejala perbaikan direspons positif negara-negara yang selama ini menjadi mitra ekonomi. Salah satunya Rusia yang menilai bahwa perekonomian Indonesia akan menentukan masa depan perekonomian kawasan ASEAN.
Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta memiliki pengaruh signifikan terhadap kemajuan ekonomi kawasan. Hal ini dikemukakan President Russian Academy of Business Irina Gorbulina dalam makan malam yang digelar di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat malam (5/2).
"Rusia melihat penting perekonomian Indonesia, sehingga kami membuka cabang di Indonesia," ujarnya. Russian Academy of Business nantinya akan berperan penting dalam menjembatani kebutuhan perusahaan Rusia terhadap informasi mengenai Indonesia.
Indonesia merupakan representasi pertama yang dibuka diluar 53 cabang yang ada di Rusia. "Selama ini, kami juga membangun hubungan ekonomi dengan berbagai negara antara lain Australia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Indonesia, China, Jepang, Malaysia, Mongolia, dan Vietnam," paparnya. Representasi di Indonesia diharapkan bisa menjangkau kebutuhan informasi di Asia Pasifik.
Dubes Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menambahkan bahwa Russian Academy of Business nantinya akan berperan sentral tidak hanya dalam bentuk kontribusi pemikiran-pemikiran semata. Namun juga memiliki kontribusi praktis dalam mempertemukan kepentingan pengusaha-pengusaha Rusia dengan pengusaha di Indonesia.
Peran tersebut diharapkan bisa berkontribusi positif untuk mempererat hubungan perekonomian kedua negara. Langkah-langkah untuk mempererat hubungan ekonomi dengan negara lain tentu harus diapresiasi, sehingga perekonomian Indonesia tidak didominasi oleh kepentingan ekonomi di negara tertentu. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.