INILAH.COM, Jakarta - Dirut Jamsostek, Hotbonar Sinaga, didesak mundur dari jabatannya. Ini setelah para aktivis buruh tahu, ada 200 miliar dana Jamsostek disimpan di Bank Century.
Kepada INILAH.COM, aktivis buruh Syahganda Nainggolan menegaskan, Hotbonar terbukti telah menyelewengkan kepercayaan buruh dengan menanamkan uang buruh di Bank Century.
''Ini kan fraud? Praktik penempatan uang atas motivasi tertentu. Apa alasan Dirut Jamsostek menyimpan uang di bank yang ratingnya nggak jelas,'' kata Syahganda, Minggu (7/2).
Ditegaskan, saat ini para aktivis buruh sedang menggalang kekuatan untuk melakukan aksi besar-besaran mendesak Hotbonar turun dari jabatannya.
''Anda bayangkan, dana Jamsostek itu kan hasil dari keringat dan jerih-payah kaum buruh. Pekerja. Lalu, kenapa tiba-tiba ditanamkan pada bank yang tidak punya track-record bagus. Itu menunjukkan betapa direksi Jamsostek menciderai hati buruh,'' tegasnya.
Apalagi, sampai saat ini Jamsostek belum memiliki program yang konkret disumbangkan demi kesejahteraan buruh.
''Anda tahu, ada 84 triliun uang buruh dan pekerja disimpan di Jamsostek. Tapi, belum ada satupun rumah sakit untuk buruh, atau pekerja. Yang terjadi, malah buruh atau pekerja kalau mengurus Jamsostek dipersulit. Bagaimana direksi Jamsostek bisa punya moral seperti itu,'' tegas Syahganda.[ims]