Sabtu, 26 Mei 2012 | 07:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Peringatan Hari Kanker se-Dunia [1]
40% Kanker Bisa Dicegah
Headline
istimewa
Oleh: A Keyla Mazzetti
web - Minggu, 7 Februari 2010 | 15:54 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pola hidup sehat bisa mencegah datangnya penyakit kanker. Salah satunya adalah dengan menghindari infeksi dan mengubah gaya hidup.

Hari Kanker se-Dunia, Kamis (4/2) lalu diperingati. Temanya, kanker juga dapat dicegah. Sebuah tema yang tak hanya sekadar slogan. Kanker, menurut pandangan para ahli, memang dapat dicegah. Jadi, jika bisa mencegah, kenapa mesti mengobati?

Para ahli menunjukkan, 40% dari 12,4 juta diagnosa kanker dan 7,6 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia, sebenarnya jika bisa dicegah. Itu jika masyarakat dunia mampu menerapkan apa yang disebut menghindari infeksi dan mengubah gaya hidup.

Gabungan Masyarakat Internasional Melawan Kanker (UICC) dan Organisasi Kesehatan se-Dunia (WHO), menandai Hari Kanker se-Dunia, menyebutkan penurunan semacam itu (40%) masih bisa dijangkau asalkan masyarakat menerapkan strategi pencegahan kanker yang sudah terbukti.

Tentu saja, jika ada seseorang yang datang membawa sebuah vaksin atau obat yang terbukti bisa mengatasi 40% semua jenis kanker, masyarakat dunia akan menyambutnya. Tapi, selain bisa berada dalam satu tablet, UICC menyebutkan pencegahan itu berasal dari berbagai pengetahuan dan strategi. Masyarakat hanya perlu menerapkannya secara komprehensif dan efektif.

Pencegahan kanker sebagaimana yang dimaksud UICC termasuk pada hal-hal yang sederhana. UICC, misalnya, menyebutkan strategi sederhana itu antara lain dengan berhenti merokok dan menghindari asap rokok, membatasi konsumsi alkohol, menghindari sinar matahari berlebihan, menjaga berat badan lewat diet, dan olahraga. Yang tak kalah pentingnya adalah menghindari infeksi yang menyebabkan kanker.

Bertepatan dengan Hari Kanker se-Dunia, UICC mempersiapkan sebuah laporan bertajuk Kanker juga bisa dicegah: proteksi melawan infeksi penyebab kanker. Laporan itu menyorot sembilan infeksi yang dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker serviks dan hari yang bisa dicegah dengan vaksin.

Vaksin-vaksin ini harus jadi prioritas utama kami, bukan hanya di negara maju, tapi juga di negara berkembang di mana misalnya 80 persen kanker serviks terjadi, bunyi pernyataan UICC.

Kesembilan area infeksi yang dibahas dalam laporan tersebut adalah: virus hepatitis B (penyebab kanker hati), virus hepatitis C (ancaman yang menyebabkan kanker hati), HPV (penyebab kanker leher rahim), Epstein Barr (limfoma Burkitt di wilayah khatulistiwa Afrika), HIV (penyebab AIDS), pylori helicobacter (bakteri penyebab kanker perut), gagal hati dan kanker saluran empedu, kanker kandung kemih, HLTV-1 dan sel-T leukemia dewasa.

Laporan itu menjelaskan bahwa lebih dari tiga dekade, infeksi menjelma menjadi bagian risiko penting bagi kanker. Laporan itu juga menyarankan bahwa riset kanker harus fokus pada pencegahan, deteksi, dan pengobatan.

Secara global, upaya untuk mengidentifikasi agen-agen yang terlibat dalam kanker manusia dan mempelajari bagaimana mekanisme mereka menyebabkan kanker masih sangat kurang terwakili, ujar Harald zur Hausen, pemenang Nobel untuk temuannya tentang HPV, penyebab kanker serviks.

Sebagai contoh dari apa yang bisa dicapai, dia mencatat pengembangan vaksin yang bisa mencegah hepatitis B, virus penyebab kanker hati, dan HPV 16 dan 18 yang menyebabkan kanker serviks. Dia menulis bahwa saat gagal mencegah infeksi, maka intervensi dini juga dapat bekerja, seperti antibiotik untuk mencegah bakteri pylori H berkembang menjadi kanker lambun.

Zar Hausen berpendapat ada kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran akan kontribusi infeksi beban kanker global. Dan, pada gilirannya, untuk tindakan rencana pengendalian kanker terpadu guna mengelola infeksi tersebut.

Kampanye UICC saat ini menekankan pentingnya kesadaran di bidang pencegahan utama kanker yang disebabkan infeksi dengan vaksinasi, menghindari eksposur terhadap infeksi sebisa mungkin (misalnya mengubah perilaku seksual, menjaga makanan, produk darah yang aman), deteksi ini melalui skrining dan diagnosis, pengembangan target perawatan untuk infeksi kronis dan akut, kontrol kanker yang terintegrasi dengan program penyakit kronis lainnya. [bersambung/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.