Sabtu, 26 Mei 2012 | 07:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Hari Kanker se-Dunia (2-Habis)
Obatilah Kanker ke China
Headline
istimewa
Oleh: A Keyla Mazzetti
web - Minggu, 7 Februari 2010 | 22:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta Burulah ilmu sampai ke Negeri China. Juga soal kanker. Para peneliti kini meneliti keampuhan obat tradisional China dalam mengatasi kanker.

Adalah para peneliti dari Medical College of Georgia yang kini sedang berusaha menemukan pengobatan kanker dengan menggunakan anti-inflamasi derivatif tanaman yang sudah lama dilakukan dalam dunia pengobatan Cina.

Di Cina, celastrol yang berasal dari pohon dan semak-semak yang disebut celastracaea, telah digunakan berabad-abad untuk pengobatan. Dia bermanfaat mengatasi gejala demam, menggigil, sakit di persendian, dan peradangan.

Para peneliti dari Georgia, AS, itu pun berpikir celastrol juga bisa memainkan peran dalam pengobatan kanker dengan mematikan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kanker.

Protein itu, biasa disebut P23, adalah salah satu dari banyak protein yang membantu kejut panas protein 90. Para ahli rupanya baru sadar tentang potensi yang berkaitan dengan peradangan, termasuk di antaranya kanker, dengan menghambat HSP90.

Sel kanker membutuhkan HSP90 jauh melebihi sel normal. Soalnya, sel kanker memiliki ribuan mutasi, ujar Dr Ahmad Chadli, ahli biokimia dari Pusat Pendampingan Melokular/Radiologi dan Virologi Kanker MCG. Mereka butuh pendamping sepanjang waktu untuk menjaga aktivitas mutasi protein. Dengan mengambil potensi kejut panas dari sel, stabilisasi diambil dan sel mati terjadi, tambahnya.

Tapi, kebanyakan inhibitor HSP90 lemah dalam selektivitas, tak bisa berfungsi pada seluruh protein yang diaktifkan HSP90, kecuali hanya terlibat pada tumor-tumor tertentu. Mereka protein yang bervariasi dari satu tumor ke tumor lainnya.

Dr Chadli dan kawan-kawannya di Klinik Mayo percaya, celastrol memiliki peran kunci untuk menspesifitas, menargetkan protein yang diaktifkan HSP90 dibutuhkan untuk reseptor steroid.

Celastrol menginduksi protein untuk membentuk urat syaraf dan gugusan secara bersama-sama sekaligus membuatnya tidak aktif. Ketika mereka bergugusan, mereka tak bisa untuk fungsi lainnya yang membantu perkembangan kanker, ujar Dr Chadli dalam risetnya yang dipublikasikan bulan lalu.

Penelitian ini didanai hibah dari MCG Cardiovascular Discovery Institute dan Scientist Development from The American Heart Association. Dr Chadli berharap penelitian masa depannya pada studi pasien kanker dengan menggunakan derivatif yang lebih potensial dari celastrol.

Mudah-mudahan, mereka bisa digunakan dalam bentuk kombinasi dengan agen terapeutik lainnya untuk mengurangi kemungkinan resistensi kanker, katanya. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.