inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Tekanan Atas Koalisi Kian Menguat

Headline
Inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahluwalia
Minggu, 7 Februari 2010 | 17:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah partai koalisi merasakan makin kuatnya tekanan politik. Bahkan PPP menduga ada desain tekanan ke beberapa anggota Pansus Hak Angket Bank Century. Akibatnya, pertarungan kepentingan kian menguat.

Sejumlah partai koalisi secara kebetulan merupakan parpol di mana para anggota Pansus sedang berusaha memproses politik Century Gate. Para anggota pansus itu merupakan parpol koalisi Pemerintah SBY-Boediono. Tercatat ada Partai Golkar, PKS, PAN, PPP, dan PKB, yang semuanya ada dalam koalisi SBY-Boediono.

"Jadi kita ini dalam politik harus melihat bahwa tekanan dan faktor kebetulan yang berulang-ulang itu sebagai desain," ujar Wasekjen PPP Romahurmuzzy.

Dalam kasus PPP, ada faktor 'kebetulan'. Bahwa kebetulan, kata Romi, Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah menjadi tersangka satu hari setelah Mukernas di Medan yang menyampaikan sikap awal PPP tentang pemeriksaan Bank Century. Kebetulan pula sehari setelah itu, ketua DPP PPP Endin Soefihara dinyatakan berkasnya memenuhi syarat untuk dilimpahkan di pengadilan. Berkas kasus Endin yang menjadi tersangka korupsi, sudah dinyatakan lengkap alias P-21.
"Itu jelas tekanan politik untuk PPP dan parpol lain," katanya.
Kebetulan minggu lalu ada persoalan, salah satu sesepuh PPP Zarkasih Nur yang dilaporkan kena kasus. Kemudian Ketua Pansus Idrus Marham dari Partai Golkar juga terkena kasus tentang villa di Halimun.
Memang penanganan kasus Bank Century ini prinsipnya lebih cepat lebih baik, semakin lambat penyelesaiannya akan semakin mahal harga yang dibayar negeri ini. Modal bagi sejumlah parpol (baik koalisi maupun di luar koalisi) untuk menuntaskan Century Gate adalah sederhana, yakni dengan kejujuran dan keberanian dalam mengambil risiko.

Dari luar koalisi, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto menilai kasus skandal Bank Century kini kian rumit, karena dari kasus yang awalnya sederhana, malah berkembang menjadi kabur. Ini merupakan gambaran terkini potret bangsa Indonesia, di mana pergulatan antara kepentingan politik dan hukum, harapan rakyat dan tindak elit politik, serta pertarungan kejujuran dengan kebohongan saling beradu.

Dengan berlarut-larutnya kasus bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun, kata Wiranto, kerap dianggap wajar, sehingga banyak rakyat marah dan mengambil jalan pintas dengan berunjuk rasa. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.