INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah partai koalisi merasakan makin kuatnya tekanan politik. Bahkan PPP menduga ada desain tekanan ke beberapa anggota Pansus Hak Angket Bank Century. Akibatnya, pertarungan kepentingan kian menguat.
Sejumlah partai koalisi secara kebetulan merupakan parpol di mana para anggota Pansus sedang berusaha memproses politik Century Gate. Para anggota pansus itu merupakan parpol koalisi Pemerintah SBY-Boediono. Tercatat ada Partai Golkar, PKS, PAN, PPP, dan PKB, yang semuanya ada dalam koalisi SBY-Boediono.
"Jadi kita ini dalam politik harus melihat bahwa tekanan dan faktor kebetulan yang berulang-ulang itu sebagai desain," ujar Wasekjen PPP Romahurmuzzy.
Dalam kasus PPP, ada faktor 'kebetulan'. Bahwa kebetulan, kata Romi, Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah menjadi tersangka satu hari setelah Mukernas di Medan yang menyampaikan sikap awal PPP tentang pemeriksaan Bank Century. Kebetulan pula sehari setelah itu, ketua DPP PPP Endin Soefihara dinyatakan berkasnya memenuhi syarat untuk dilimpahkan di pengadilan. Berkas kasus Endin yang menjadi tersangka korupsi, sudah dinyatakan lengkap alias P-21.
"Itu jelas tekanan politik untuk PPP dan parpol lain," katanya.
Kebetulan minggu lalu ada persoalan, salah satu sesepuh PPP Zarkasih Nur yang dilaporkan kena kasus. Kemudian Ketua Pansus Idrus Marham dari Partai Golkar juga terkena kasus tentang villa di Halimun.
Memang penanganan kasus Bank Century ini prinsipnya lebih cepat lebih baik, semakin lambat penyelesaiannya akan semakin mahal harga yang dibayar negeri ini. Modal bagi sejumlah parpol (baik koalisi maupun di luar koalisi) untuk menuntaskan Century Gate adalah sederhana, yakni dengan kejujuran dan keberanian dalam mengambil risiko.
Dari luar koalisi, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto menilai kasus skandal Bank Century kini kian rumit, karena dari kasus yang awalnya sederhana, malah berkembang menjadi kabur. Ini merupakan gambaran terkini potret bangsa Indonesia, di mana pergulatan antara kepentingan politik dan hukum, harapan rakyat dan tindak elit politik, serta pertarungan kejujuran dengan kebohongan saling beradu.
Dengan berlarut-larutnya kasus bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun, kata Wiranto, kerap dianggap wajar, sehingga banyak rakyat marah dan mengambil jalan pintas dengan berunjuk rasa. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !