INILAH.COM, Jakarta - Proses seleksi underwriter Samurai Bond ditargetkan tuntas pada April mendatang. nilai obligasi berdenominasi yen tersebut berkisar US$750 juta - 1 miliar.
Kementrian Keuangan berniat untuk menerbitkan Samurai Bond pada semesteri I tahun ini. "Within first semesterlah," ujar Dirjen Pengelolaan Utang Kementrian Keuangan, Rahmat Waluyanto, usai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, pekan ini.
Instrumen utang berdenominasi yen tersebut, saat ini masih dalam proses penentuan underwriter. "April kali ya," ujar Rahmat ketika dikonfirmasi kapan tenggat penentuan underwriter-nya.
Namun sayangnya, Rahmat enggan menjelaskan siapa calon underwriter yang telah masuk daftar seleksi. Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, nilai obligasi berdenominasi yen tersebut berkisar US$750 juta - 1 miliar.
Pada semester kedua tahun lalu, pemerintah telah menerbitkan Samurai Bond senilai US$360 juta dari jatah pinjaman siaga yang dialokasikan pemerintah Jepang Jaman siaga ini diberikan Jepang kepada Indonesia untuk menghadapi krisis global yang terjadi dua tahun lalu.
Sementara untuk penerbitan sukuk global, Rahmat mengatakan, akan dilakukan usai penerbitan Samurai Bond. "Mungkin setelah Samurai Bond," ujarnya.
Namun nilainya masih dalam pertimbangan, dengan melihat potensi penyerapan di pasar. "Lihat potensi marketnya ya," papanya. [mre/hid]