INIILAH.COM, Jakarta - Meskipun harus bersaing dengan penerbitan obligasi oleh pemerintah, pasar obligasi pada tahun ini akan tetap marak dengan banyaknya emiten yang mengandalkannya untuk ekspansi.
Hal ini akan membuat investor mencari keuntungan investasi yang bunganya cukup tinggi. salah satu instrumen yang dicari adalah obligasi yang rata-rata di atas tingkat bunga deposito.
"Investor yang sudah menanamkan dananya di obligasi yang sudah jatuh tempo, juga akan mencari lagi (switching) ke obligasi perusahaan lain yang menawarkan bunga lebih bagus dengan rating obligasi yang baik," kata Direktur Kresna Securities Andrew Haswin seperti dikutip dari sebuah situ ekonomi nasional, Minggu (7/2).
Emiten yang melakukan hal ini seperti perusahaan pembiayaan PT Astra Sedaya Finance (ASF) menerbitkan obligasi ASF XI senilai Rp1 triliun dengan bunga obligasi yang ditawarkan mengacu ke bunga surat utang negara (SUN) yaitu pada level 8,14%-10,74%.
PT Serasi Autoraya (Sera), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), akan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) bertenor dua tahun senilai Rp 200 miliar. MTN tersebut akan di terbitkan dalam dua bagian, masing-masing senilai Rp 100 miliar. Serasi Autornya telah menerbitkan MTN bagian pertama senilai Rp 100 miliar pada Desember 2009. Surat utang tersebut juga berjangka waktu dua tahun dengan kupon sebesar 11,5%.
Sementara itu, untuk penerbitan MTN bagian kedua, perseroan dan Kresna Securities selaku penjamin emisi (under writer) akan menandatangi kesepakatan akhir pekan ini. Mudah-mudahan, MTN ini dapat diterbitkan minggu depan pada 9 Februari 2010, demikian penjelasan Andrew.
Selain itu dari sisi permintaan, obligasi yang diterbitkan ini juga bakal mampu diserap pasar. Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas, Iman Rachman di Jakarta, Rabu mengatakan, minat pasar baik dari sisi pasokan dan permintaan obligasi itu selalu ada.
Selain faktor inflasi juga adanya switching (pengalihan) dari obligasi yang jatuh tempo, membuat investor tetap tertarik pada obligasi. Iman mengatakan, beberapa pihak memperkirakan tingkat inflasi tahun ini akan meningkat, sehingga juga akan meningkatkan suku bunga. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !