INILAH.COM, Jombang - Untuk mengamankan peringatan 40 hari meninggalnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Polres Jombang menurunkan sebanyak 700 personel. Mereka bertugas secara mobiling di luar dan di lokasi pondok pesantren Tebuireng, Jombang.
Mengingat banyaknya jumlah pengunjung, Polres juga mendapatkan bantuan pengamanan dari Kediri, Nganjuk, Pare, dan Bojonegoro. Hanya saja, untuk bantuan personel dari luar kota itu baru datang nanti sore.
"Dari Polres Jombang, sebanyak 700 personel diturunkan. Karena jumlah itu dirasa masih kurang, nanti sore akan datang bantuan dari Polres Kediri, Nganjuk, serta Polwil Bojonegoro. Mungkin bantuan dari luar kota itu sekitar 300 personel," kata Kasat Samapta Polres Jombang, AKP Mudjiono, Minggu (7/2).
Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi di seputar Tebuireng masih kondusif. Dalam arti, tidak ada permasalahan yang signifikan. "Yang agak mengganggu mungkin adanya spanduk provokatif yang ada di sepanjang jalan menuju Tebuireng," tutur Mudjiono.
Sementara itu, pengunjung yang akan mengikuti 40 hari meninggalnya Gus Dur terus berdatangan. Praktis, Jalan Irian Jaya macet hingga 3 Km. Untuk menguraikan kemacetan, petugas mengalihkan jalur masuk mulai dari perempatan Ceweng. Kendaraan yang akan masuk harus parkir di lapangan terdekat.
Begitu pula jalur dari arah selatan atau arah Malang. Kendaraan yang akan lewat di arahkan ke timur lewat Desa Jatirejo. Sedangkan di lokasi makam Gus Dur, peziarah terus berdesakan untuk memanjatkan doa. Hingga saat ini pengunjung diperkirakan sudah mencapai 15 ribu lebih. [beritajatim.com/jib]