INILAH.COM, Jakarta - Hujatan kepada Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dalam bentuk spanduk yang berada di sepanjang jalan menuju pondok pesantren Tebuireng, tak ditanggapi serius pengurus DPP PKB. Ulah itu disinyalir dilakukan orang-orang iseng saja.
"Cak Imin (panggilan akrab Muhaimin) belum tahu mengenai hal ini. Tidak usah dianggap lah, ini hanya ulah orang-orang iseng yang kecewa terhadap PKB saja dan tidak berdampak besar," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Tengah, Abdul Karding Kadir kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (7/2).
Dalam menanggapi peristiwa ini, Karding pun menuturkan ada yang mengupayakan hal ini dengan sengaja bertepatan dengan momentum 40 hari meninggalnya Gus Dur. Apapun itu, bila ini bagian dari politisasi, maka yang digunakan adalah politik yang tidak beretika dan sangat disesalkan oleh pihak pengurus DPP PKB muktamar Ancol.
"Memang akan banyak orang yang memandang ini sesuatu yang politis, terutama orang-orang yang selama ini punya dendam khusus dan kecewa kepada PKB. Hal ini kemudian dimanfaatkan untuk sebuah kepentingan. Ini mungkin pekerjaan orang-orang iseng yang merasa PKB berbahaya, maka dari itu mereka merasa Cak Imim harus diganggu," bebernya.
Dalam waktu dekat, putri sulung Gus Dur, Yenny Wahid, akan mendirikan PKB Gus Dur sebagai ungkapan kekecewaannya terhadap Muktamar Ancol yang menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB. Menanggapi hal ini, Karding tak ingin banyak berkomentar.
"Terserah. Itu haknya Yenny, kami tak peduli. Satu hal yang perlu diingat adalah bukan suatu hal yang gampang membuat partai baru itu," tandasnya. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !