inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

PPP Kepincut Habib Rizieq

Headline
Habib Rizieq - iPhA/Bayu Suta
Oleh: Ahluwalia
Kamis, 12 Juni 2008 | 20:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta Namanya juga politik. Siapa berkoalisi dengan siapa bisa saja terjadi. Yang penting punya satu kecocokan: kepentingan yang sama. Itu pula, pasti, alasan kenapa parpol sekaliber PPP mau melamar Habib Rizieq.
Siapa nyana PPP bakal melamar Rizieq, Ketua FPI (Front Pembela Islam), untuk jadi calon legislatif (caleg) parpol berlambang Ka'bah itu. Padahal, Rizieq kini dalam tahanan Polda Metro Jaya menyusul insiden Monas. Rizieq juga dikenal sangat radikal dalam mengembangkan gerakan keislamannya.
Tapi, sekali lagi, itulah politik. Dan, politik adalah kemungkinan-kemungkinan. Boleh saja pihak berwajib menjatuhkan pasal berlapis-lapis untuk menjerat Rizieq, faktanya PPP malah berminat meminangnya untuk dijagokan sebagai wakil rakyat.
Boleh jadi, baru kali ini seorang tersangka perbuatan pidana dilamar parpol sebesar PPP untuk dicalonkan sebagai anggota parlemen.
Bagi Rizieq sendiri, lamaran PPP seakan menggambarkan prinsip life begun at prison, hidup dimulai di penjara.
Lalu, bagaimana tanggapan Rizieq atas lamaran PPP itu?
"Insya Allah, insya Allah," kata Rizieq seperti ditirukan Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfidz.
Sekalipun sudah dilamar dan memberikan sambutan baik, Rizieq belum tentu pasti jadi caleg dari PPP. Masih terbuka berbagai kemungkinan. Apalagi, PPP baru akan mengumumkan 672 calegnya pada Agustus-Oktober.
Menanggapi ajakan PPP agar Rizieq bergabung jadi caleg, para pengamat politik menilai hal itu merupakan langkah taktis untuk meraih dukungan publik dari kalangan Muslim perkotaan di lapis bawah yang umumnya tidak puas dengan keadaan.
Di saat harga BBM naik, kaum Muslim urban di lapisan bawah yang bergabung atau bersimpati dengan langkah FPI menuntut pembubaran Ahmadiyah, menemukan sosok pemberani dan kencang artikulasinya pada diri Rizieq.
"Setidaknya FPI dianggap sebagai kekuatan politik identitas Islam yang kencang dan keras," kata pengamat politik UGM Ary Dwipayana.
Di sisi lain, meski belum dilamar satupun parpol besar, Munarman mendapat dukungan dan simpati dari sayap Islamis maupun nasionalis. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga di Palembang. Mereka yang bersimpati menuntut Munarman, Panglima KLI (Komando Laskar Islam), dibebaskan.
Aksi demo pro Munarman, bahkan, merebak di Palembang. Aksi berpusat di Bundaran Air Mancur, Palembang, Rabu (11/6), dan dihadiri sejumlah tokoh daerah itu seperti Habib Umar Shahab, Habib Mahdi, Habib Ali Umar Thoyib, Ustad Solihin Hasibuan. Sultan Palembang, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, dan ulama sepuh lainnya tak ketinggalan.
"Ini bukti bahwa Munarman punya basis sosial. Ia menjadi representasi kekuatan politik yang mengakar dan cenderung keras," kata Lambang Triyono, pakar politik Fisipol Universitas Gajah Mada.
Massa pendukung Munarman mendesak Kapolri Jenderal Pol Sutanto segera membebaskan Munarman dan Rizieq. Mereka juga meminta pemerintah segera membubarkan Ahmadiyah. [I3]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.