INILAH.COM, Jombang - Misteri pemasang spanduk hujatan terhadap Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, akhirnya terjawab. Aksi itu dilakukan oleh kelompok yang menamakan Gerakan Arus Bawah Pro Gus Dur. Gerakan ini mendirikan posko di Jalan Raya Ceweng, Diwek, Jombang.
koordinator Gerakan Arus Bawah Pro Gus Dur, HM Ihksan Effendi, mengatakan, gerakan melawan ketidakadilan itu dimulai dari Jombang. Selanjutnya, gerakan itu akan diperluas ke seluruh nusantara. "Kami siap melawan para brutus politik pengkhianat Gus Dur," kata Ihksan ketika ditemui di posko-nya, Minggu (7/2).
Gerakan tersebut muncul secara spontan. Yakni, ketika para peziarah dari luar kota berdatangan ke Jombang. Pendukung Gus Dur itu berasal dari Jakarta, Surabaya, Malang, Pasuruan, dan Madura. Dalam pertemuan itu sedikitnya menghasilkan 5 butir kesepakatan.
Di antaranya, arus bawah pro Gus Dur menilai bahwa ishlah yang sedang bergulir itu baik. Akan tetapi, dengan wafatnya Gus Dur, maka rekonsiliasi antara PKB Gus Dur dan PKB Muhaimin tidak akan pernah ada. Karena sumber persoalan selama ini adalah tidak diakuinya KH Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Dewan Syuro hingga akhir hayat.
Kedua, arus bawah meminta massa pro Gus Dur tetap istiqomah, sabar, dan tegar menghadapi manuver yang mengatasnamakan PKB dan NU. Padahal, dibalik itu semua sebenarnya ada kepentingan pribadi yang lebih besar.
Ketiga, gerakan pro Gus Dur berencana membangun gerakan terkonsolidir ke seluruh Indonesia yang notaben lepas dari bayang-bayang konflik PKB. "Gerakan ini kita bangun semata-mata untuk meneruskan cita-cita Gus Dur yang belum selesai untuk membangun Indonesia yang pluralis, humanis dan toleran," tutur Ihksan yang juga mantan Ketua PAC PKB Kecamatan Diwek.
Selain itu, pro Gus Dur juga menilai rezim SBY telah melakukan keberpihakan kepada Muhaimin Cs dalam konflik PKB. Hal itu terbukti dengan adanya SK Menkuham yang mengakui PKB hasil MLB Ancol.
"Dan yang terakhir, mulai dari Jombang kami siap melawan brutus politik yang pengkhianat Gus Dur. Yang pasti, gerakan ini akan kami solidkan di masing-masing kota," jelas Hasyim Asyari Hamid, perwakilan pro Gus Dur dari Malang yang juga hadir di Posko.
Selain melakukan konsolidasi, posko pro Gus Dur di Jalan Raya Ceweng itu juga menyediakan konsumsi dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peziarah yang akan ke makam Gus Dur. "Posko ini kami buka 24 jam," pungkas Ikhsan. [beritajatim.com/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !