INILAH.COM, Jakarta - Harga minyak diperkirakan masih berada di harga fluktuatif US$70-80 per barel. Sebab belum ada kondisi yang kuat menekan harga minyak di bawah US$70 per barel.
Demikian dikatakan Peneliti dari Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Pri Agung Rakhmanto kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (7/2). "Harga minyak masih berada di kisaran harga fluktuatif US$70-80 per barel. Penurunan pada pekan lalu hanya karena spekulasi saja setelah sebelumnya mengalami kenaikan cukup tajam," katanya.
Harga minyak dipengaruhi data ekonomi AS dan kurs dolar AS. Data ekonomi AS khususnya tentang cadangan minyak AS di samping soal data pengangguran, perumahan maupun perdagangan. Walaupun ini lebih bersifat spekulatif. "Sejauh ini belum ada kondisi yang signifikan mempengaruhi harga minyak," tegasnya.
Kalau penurunan harga minyak sudah dianggap drastis, maka negara-negara anggota penghasil minyak (OPEC) akan bertemu. Mereka akan mengubah kuota produksi untuk memperbaiki harga di pasaran. Namun sejauh ini OPEC belum terlalu serius memperhatikan penurunan tersebut. [hid]