INILAH.COM, Jombang - Kawasan makam mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur banjir akibat hujan lebat yang mengguyur Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Meski begitu, acara tahlilan memperingati 40 hari wafatnya tokoh pluralisme itu tetap berlangsung.
Para peziarah dari berbagai daerah rela basah kuyup demi menziarahi makam yang berada di sebelah barat masjid PP Tebuireng itu. Hujan deras yang mengguyur Jombang dan sekitarnya tak menyurutkan niat masyarakat untuk menghadiri acara itu, meskipun harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer dari Lapangan Desa Ceweng, Kecamatan Diwek yang sekarang menjadi tempat parkir sementara.
Sebagian masyarakat yang datang berkelompok dengan menggunakan bus, juga harus berjalan kaki dari pertigaan Ceweng, karena bus mereka dilarang masuk untuk menghindari kesemrawutan di depan PP Tebuireng. Sejumlah bus dari berbagai daerah di Pulau Jawa itu diparkir di sekitar gapura pintu masuk kota Jombang.
Sementara untuk kendaraan besar, termasuk bus antarkota dan bus antarprovinsi dari Surabaya tujuan Kediri atau Malang lewat Pare juga harus memutar melalui Cangkring Randu atau Gudo.
Acara peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur di PP Tebuireng itu dihadiri salah satu Mustasyar PBNU, K.H. Musthofa Bisyri yang juga teman dekat Gus Dur sejak sama-sama menimba ilmu di Mesir. Sebelumnya Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD juga terlihat berziarah di makam Gus Dur. [*/mut]