inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bayi-bayi yang Dipelihara Negara (3)

Headline
istimewa
Oleh: Irvan Ali Fauzi
Senin, 8 Februari 2010 | 01:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Di panti itu, cerita tentang orangtua yang menelantarkan anaknya bukanlah hal baru. Kasus terakhir adalah kisah ibu yang menelantarkan tiga anaknya yang masih balita selama 5 hari tanpa makanan.

Di antara banyak kasus penelantaran anak, yang paling sering adalah penelantaran di ruma sakit. Biasanya, setelah anak itu dilahirkan, sang ibu meninggalkan bayinya begitu saja di rumah sakit.

Susana Budi Susilowati, Kepala PSAA Balita Tunas Bangsa itu mengatakan, alasan orangtua meninggalkan anaknya seperti itu sering dikarenakan desakan masalah ekonomi.

Mereka tidak mampu untuk membayar biaya persalinan, dan si ibu biasanya juga diterlantarkan lebih dulu oleh lelaki atau ayah si bayi itu, ujar Susana di kantornya.

Menurut Susana, selain desakan ekonomi, penelantaran anak bisa terjadi karena rasa malu orangtuanya. Malu karena biasanya mereka hamil di luar nikah atau malu melahirkan anak cacat.

Beberapa anak asuh Susana adalah anak cacat yang diterlantarkan orangtuanya. Namun, jika memang kecacatan itu parah, maka anak tesebut akan dirujuk ke Panti Sayap Ibu yang khusus menangani anak cacat.

Misalnya Samil, bayi yang lahir kekurangan gizi diterlantarkan oleh orangtuanya di Rumah Sakit Fatmawati. Kini di usianya yang menginjak sembilan bulan, Samil sudah berangsur sehat dan menampakkan kemajuan. Dia pun sudah dipesan sebuah keluarga untuk diadopsi.

Di raung pengasuhan, Samil beserta bayi-bayi lainnya mendapat perawatan yang baik dan dijaga oleh para pengasuh selam 24 jam secara bergantian. Bayi-bayi di atas lima bulan memang butuh diperhatikan, karena mereka sudah belajar berinteraksi.

Saat INILAH.COM berkunjung, anak-anak itu sedang bermain, dan menjelang
tengah hari anak-anak itu dijadwalkan untuk tidur siang. Mereka hanya boleh berada dalam kamar dan ditemani para pengasuhnya.

Sementara anak-anak yang lebih besar, diajari mengaji dan di ajak ke masjid untuk solat berjamaah.

Kehidupan di panti itu masih lebih baik untuk anak-anak yang diterlantarkan itu. Jika dibanding dengan balita-balita yang menggelandang di jalanan.

Para penghuni panti ini bisa dibilang lebih beruntung. Banyak balita yang digendong di jalanan dimanfaatkan untuk memancing iba para dermawan.

Untung jika si anak yang tak berdosa itu ada yang merawat. Sesusai dengan
amanat konstitusi, negaralah yang berkewajiban memelihara.

PSAA Balita Tunas Bangsa adalah salah satu panti yang menampun anak-anak terlantar. Dari bayi yang masih merah hingga anak siap masuk SD.[habis/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.