INILAH.COM, Jakarta - Mantan panglima pasukan berani mati Gus Dur, KH Nuril Arifin alias Gus Nuril akan menuntun gerakan perlawanan pro Gus Dur terhadap Muhaimian Iskandar yang digawangi oleh ratusan santri, sakerah, dan Banser.
Menurut Gus Nuril, gerakan arus bawah yang dimulai dari Jombang ke seluruh Indonesia ini dikhawatirkan dapat menjadi bola liar yang dengan mudah ditunggangi pihak tertentu.
"Saya khawatir jika gerakan ini jadi bola liar yang tidak jelas kondisinya. Takutnya gerakan ini ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan lain. Kalau kelompok ini tidak terkontrol tanpa sepengetahuan PKB ini bisa berbahaya, karena massa NU ini massa yang fanatis. Repot kalau bangsa ini jadi rusuh," ujar mantan panglima pasukan berani mati Gus Dur, Gus Nuril kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (8/2).
Dalam keterangannya, Gus Nuril pun mengatakan bahwa gerakan ini bermula dari kengototan pihak Muhaimin Iskandar yang tetap menggunakan hasil keputusan muktamar Ancol. Padahal Mahkamah Agung sudah mengeluarkan keputusan mengakui muktamar PKB Semarang yang menjadikan Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro PKB.
"Gerakan ini harus dikontrol, karena kalau tidak akan bisa berbahaya. Gerakan tersebut melihat ketidakadilan dari pihak Muhaimin yang ngotot dengan keputusan muktamar Ancol dan tidak mengindahkan keputusan Mahkamah Agung," ungkap Gus Nuril.
Disamping itu, Gus Nuril sendiri mengatakan bahwa dirinya sudah memberikan masukan agar kedua pihak yakni Yenny Wahid dan Muhaimin untuk mendengarkan nasihat dari kiai-kiai PBNU. Pertemuan tatap muka diimbau Gus Nuril sebagai jalan keluar yang lebih baik.
"Kalau untuk Muhaimin apa sudah membicarakan ini ke pihak keluarga Gus Dur? Sebaiknya ada pertemuan tatap muka antara Muhaimin dan Yeni, kalau belum bertemu saya lebih cenderung ingin mereka dipertemukan," pungkasnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !