INILAH.COM, London - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menyalahkan timnas Inggris atas turunnya performa pemain sayap Theo Walcott. Menurut Wenger, pemain berusia 20 tahun itu menjadi tidak aman.
Karir Walcott di timnas senior mulai bersinar sejak September 2008, mencetak hatrik melawan Kroasia pada pertandingan yang tak terlupakan bagi Three Lions. Namun sejak saat itu pula, ia gagal bermain konsisten.
Pemain binaan Southampton itu juga memperkuat timnas Inggris U21 pada Piala Eropa musim panas lalu, langkah yang menurut Wenger merusak mental pemainnya.
Sangat penting bagi pemain untuk mengetahui di level mana ia berada, ujar pelatih asal Prancis itu kepada News of the World.
Dan saat dia terus berpindah-pindah di timnas, ia menjadi tak yakin dan merasa tak aman, ia pun tak bisa tampil baik di kedua level (U21 dan senior). Sebagai seorang pemain, ia harus tahu dimana ia berada, terangnya.
Dan ketika Anda sudah melangkah, lalu Anda harus kembali lagi, Anda menjadi mempertanyakan kemampuan Anda sendiri. Itulah yang terjadi dengan Theo, lanjut Sang Profesor.
Rentetan cedera yang dialami walcott juga mengganggu penampilannya, tetapi pelatih Arsenal itu tetap yakin pemain mudanya bisa kembali menemukan performa terbaiknya.
Saya tak cemas, saya memiliki penjelasan. Yang mengganggu penampilan Walcott adalah cederanya, bukan yang lain. Saya bisa memahami mengapa orang-orang mulai mempertanyakan kemampuannya, mereka memang suka membuat penilaian instan, tambah Wenger.
Tetapi saya takkan ikut mempertanyakannya karena saya yakin ia akan menjadi pemain hebat. Ia cukup kuat, sangat kuat, bahkan. Ia mengalami dua kali cedera bahu, dan itu akan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama, tandasnya.[boy]