Selasa, 29 Mei 2012 | 03:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ledakan Big Bang Ungkap Misteri Partikel
Headline
thehindu.com
Oleh: Syamsudin Prasetyo
web - Senin, 8 Februari 2010 | 07:06 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan yang menjalankan benturan partikel Big Bang di CERN akan memecahkan misteri penyebab materi memiliki massa selama dalam proyek dua tahun hingga 2011.

James Gillies mengatakan bahwa perburuan panjang partikel Higgs Boson yang sukar diperoleh akan didapat dalam eksperimen setelah mesin terbesar dan termahal di dunia tersebut dinyalakan kembali bulan Februari ini.

Jika ada di sana, kami akan memiliki kesempatan untuk melihatnya, ujar Gillies merujuk kepada partikel di mana fisikawan Skotlandia Peter Higgs mengatakan tiga dekade lalu bagaimana cara materi bergabung menjadi satu, dan menciptakan alam semesta dan segala yang ada di dalamnya.

Operasi 18-24 bulan mesin Large Hadron Collider (LHC) di Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) yang akan memberikan banyak informasi. Setelah persiapan panjang, LHC akan dinyalakan kembali ke level energi tertinggi.

Mungkin saja intensitas tertinggi dibutuhkan untuk menangkap materi tersebut, ujar Gillies.

LHC pertama kali dinyalakan pada bulan September 2008 tetapi harus dimatikan setelah ledakan besar pada km 27 di dalam terowongan melingkar yang berada jauh di bawah tanah. Fokus LHC adalah benturan partikel yang bergerak berlawanan dengan energi tinggi.

Miliaran benturan masing-masing menciptakan kondisi yang menciptakan fraksi per menit dalam tiap detik setelah proses Big Bang ketika alam semesta bermula 13,7 miliar tahun lalu. Hal tersebut akan memproduksi data yang akan direkam dan dianalisis oleh 10 ribu ilmuwan di CERN dan seluruh dunia.

Material dimuntahkan keluar oleh ledakan kuno yang secara kebetulan menghasilkan bintang, planet dan kehidupan di Bumi. Tetapi teori Higgs mengatakan bahwa hal tersebut mungkin terjadi jika sesuatu seperti Boson membawa material bersama dan memberikan massa atau bobotnya.

LHC sempat dijalankan selama dua bulan dan memperlihatkan gabungan ledakan di dalam saluran terowongan tersebut dalam kekuatan energi 2,36 tera-elektron-volt (TeV), tertinggi yang pernah dicapai.

Langkah berikutnya dalam jangka panjang telah diputuskan dalam pertemuan fisikawan di CERN yang dihadiri oleh insinyur dan manajer di Charmonix Prancis. Gilies mengatakan bahwa gabungan energi akan dinyalakan secara bertahap hingga mencapai 7 TeV.

Tahun 2011 nanti mesin akan diistirahatkan selama 12 bulan agar para insinyur dapate mempersiapkan terowongan dan peralatan yang lebih besar untuk gabungan ledakan hingga 14 TeV yang diperkirakan akan dimulai pada tahun 2013.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.