inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Koalisi Kian Tersedak Isu Century Gate

Headline
Inilah.com
Oleh: Ahluwalia
Senin, 8 Februari 2010 | 15:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Desakan Partai Demokrat kepada Presiden SBY agar melakukan perombakan (reshuffle) kabinet, justru mendorong sejumlah parpol peserta koalisi makin curiga soal keterlibatan kubu Demokrat dalam skandal Bank Century. Mengapa?

Para pengamat politik melihat, Partai Demokrat sengaja mengeluarkan isu perombakan kabinet karena itu merupakan satu-satunya komoditas untuk menertibkan partai koalisi.
Namun jika PKS dan Partai Golkar didepak dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II pasca usulan reshuffle oleh Partai Demokrat, justru pemerintahan SBY dikhawatirkan kian melemah . Bahkan analis politik LSI Burhanuddin Muhtadi menilai, bila dua partai itu benar-benar didepak, maka SBY sama saja melakukan 'bunuh diri' politik.

"Mendepak kedua partai itu dari koalisi, sama saja bunuh diri politik. Oposisi semakin kuat dan Demokrat makin tidak bisa kendalikan Pansus Bank Century," ujar Burhan.
Menurutnya, yang mungkin dilakukan SBY adalah mendekati ulang Golkar. Bila dibandingkan dengan PKS, Partai Golkar adalah pemegang kursi terbesar kedua di DPR. Golkar juga punya sejarah koalisi yang lebih harmonis dengan SBY.
Sejauh ini, isu reshuffle sangat riskan karena akan memperkuat proses penuntasan secara hukum oleh KPK dan secara politik melalui Pansus Bank Century. Selain itu, Partai Demokrat akan rugi jika Partai Golkar sampai keluar dari koalisi, karena Golkar merupakan kunci koalisi untuk mengamankan power politik Partai Demokrat.
Di atas kertas, koalisi pemerintah di DPR saat ini berjumlah 423 kursi (75,53%), terdiri dari Partai Demokrat 148 kursi, Partai Golkar 107 kursi, PKS 57 kursi, PAN 46 kursi, PPP 37 kursi dan PKB 28 kursi. Sedangkan oposisi hanya 137 kursi (24,47%) yang terdiri dari PDIP 94 kursi, Partai Gerindra 26 kursi, dan Hanura Partai 17 kursi.

Hitungan itu akan berubah jika usulan Partai Demokrat agar SBY mendepak PKS dan Partai Golkar diterima. Kekuatan oposisi akan menguat menjadi 301 (53,75%) dengan bergabungnya Partai Golkar dan PKS ke barisan PDIP cs. Sementara, koalisi pemerintah hanya sebesar 259 (46,25%) dengan hilangnya suara Golkar dan PKS.

Partai Demokrat mungkin siap menghadapi keluarnya Partai Golkar dari koalisi, tetapi Partai Demokrat akan rugi karena Partai Golkar menjadi kunci di parlemen untuk sampai tidaknya proses pemakzulan melalui Pansus Hak Angket Bank Century.

Boni Hargens, pengamat politik FISIP UI melihat apa yang dilakukan Partai Demokrat belakangan ini karena presiden dan Partai Demokrat terdesak dengan kinerja Pansus Hak Angket Bank Century yang mungkin di luar dugaan dan tidak terprediksi oleh Partai Demokrat. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Jhonloy @ Senin, 8 Februari 2010 | 15:30 WIB
ya iyalah, PD khan partai ke PeDe an , segala langkah gak dihitung tuntas selalu opsi terbuka, yang kasihan SBY nya jd bingung harus berbuat apa krn FPD yg diharapkan mampu bermain cantik dimPANSUS ternyata memble. Jd yg harus diganti itu ketua Fraksi bukannya tunjuk sana sini trus issue khan perlunya Reshufle, tuh khan ke PeDe an lg , urusan SBY pun mau dicampuri.... sekarang rasa sendiri akibatnya
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.