INILAH.COM, Jakarta - Pergerakkan IHSG
pada sesi I perdagangan Senin (8/2) ditutup turun cukup drastis 60.75 poin (2,41%) menjadi 2.456,23 karena kekhawatiran krisis di Eropa menekan bursa regional. Menurut analis saham Ciptadana Securities, Syaiful Adrian, ancaman gagal bayar yang dialami Yunani, Portugal dan Spanyol menghawatirkan terjadinya krisis berikutnya. "Hal ini menjadi sentimen negatif bagi bursa regional. Apalagi sentimen dari China tentang pemangkasan leanding masih menjadi sentimen negatif," katanya kepada
INILAH.COM Senin (8/2).
Kondisi ini ternyata cukup kuat menekan bursa sehingga data yang positif di AS juga tidak dapat menggeser indek untuk berbalik arah. Tekanan ini diperkriakan akan berlangsung dalam 2 pekan ke depan karena belum ada sentimen positif yang akan masuk. Indeks diperkirakan tidak akan mampu bertahan di atas 2.000.
Untuk volume perdagangan mencapai 1,8 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp1,6 triliun dengan 27 saham naik, 147 saham turun dan 46 saham stagnan. Indeks saham JII

turun 11,9 poin ke level 400, namun indeks saham LQ45

turun 13,4 poin ke level 475. Untuk sektor yang tertekan paling banyak adalah sektor pertambangan 67,8 poin ke 2.100 dan sektor perkebunan turun 19 poin ke 1.799.
Adapun saham-saham yang naik adalah Dian Swastatika Sentosa (
DSSA) naik Rp50 ke Rp5.800, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (
BTPN) naik Rp50 ke Rp5.400, Surya Citra Media (
SCMA) naik Rp30 ke Rp740.
Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Indo Tambangraya Megah (
ITMG) turun Rp1.400 ke Rp28.700, Astra International (
ASII) turun Rp1.050 ke Rp33.300, Gudang Garam (
GGRM) turun Rp1.000 ke Rp24.000, United Tractors (
UNTR) turun Rp600 ke Rp15.350, Tambang Batubara Bukit Asam (
PTBA) turun Rp600 ke Rp15.550, Unilever Indonesia (
UNVR) turun Rp500 ke Rp10.700. [hid]