INILAH.COM, Palembang - Pulau Kemaro yang merupakan obyek wisata bahari dan budaya kota Palembang, akan ramai didatangi wisatawan mancanegara, pekan depan. Itu bertepatan Go Meh 2010.
"Obyek wisata sungai Pulau Kemaro di Palembang pekan depan akan diserbu pengunjung mancanegara, seperti Singapura, Hong Kong dan China. Kehadiran turis asing itu, dalam rangka peringatan Cap Go Meh 2010 yang setiap tahun dimeriahkan oleh keturunan Tionghoa (China)," kata Burhan pengelola obyek wisata Pulau Kemaro, di Palembang, Sumetera Selatan, Senin (8/2).
Objek wisata bahari itu, tidak disediakan tempat inap, karena lokasinya sangat dekat atau hanya lima kilometer dari pusat kota Palembang dengan waktu tempuh 30 menit dengan alat transportasi sungai. Jenis perahunya, kapal dan ketek atau speedbooat berangkat dari Dermaga Benteng Koto Besak dekat Jemabatan Ampera Kota Palembang.
"Pulau Kemaro terletak ditengah sungai Musi yang membelah Kota Palembang. Isi pulau itu ditumbuhi pepohonan rindang dan beberapa rumah ibadah agama tertentu. Nama Kemaro itu sendiri diambil dari bahasa Palembang yang berarti kemarau atau kering, karena pulau itu tidak pernah tergenang air sepanjang tahun kendati Sungai Musi meluap," tuturnya.
Merujuk kisah masa lampau Burhan pun mengatakan, "Pulau ini memiliki legenda sejarah tentang kisah cinta antara Siti fatimah putri Raja Palembang yang dilamar Pangeran Raja dari China Tan Bun Ann. Saat Tan Bun Ann akan melamar, orang tua Siti Fatimah membetikan beberapa syarat antara lain calon mempelai asal China itu harus mempersiapkan sembilan guci yang berisikan emas dan permintaan itu dipenuhi oleh keluarga Tan di negeri China."
Ditambahkannya, bahawa untuk menghindari ancaman bajak laut dari China ke Palembang, maka guci yang berisi emas itu ditutupi dengan asinan dan sayuran oleh Tan Bun Ann, ketika tiba di Palembang Tan memeriksa guci berisikan emas itu dan hanya ditemukan sayuran dan asinan busuk. Dengan hati kecewa Tan lalu marah dan membuang seluruh guci itu ke Sungai Musi, tetapi pada guci terakhir terhempas pada dinding kapal dan pecah berantakan, sehingga terlihatlah kepingan emas yang ada di dalamnya.
"Dengan rasa penyesalan yang mendalam Tan Bun Ann mengambil keputusan terjun ke Sungai Musi dan tenggelam, melihat kejadian itu Siti Fatimah calon istrinya juga ikut terjun ke sungai. Seraya berpesan 'Jika ada tanah yang tumbuh di Sungai Musi ini, maka disitulah kuburan kami", pesan itu terbukti dan timbulah sebuah pulau ditengah Sungai Musi sekarang dinamakan Pulau Kemaro, ujarnya.
Kini, jika berkunjung ke Pulau Kemaro, akan terlihat tiga bentuk gundukan tanah yang menyerupai kuburan pada masing-masing gundukan itu ditandai dengan akar pohon kayu disekitarnya dan ada nisan bercorak artikel Tiongkok. Konon ceritanya, gundukan tanah yang berada di tengah adalah kuburan sang putri Muslimah Siti Fatimah dan disisinya adalah makam pangeran Raja China dan hingga sekarang masih tertata dengan baik sebagai objek wisata.
Tak hanya itu, di Pulau Kemaro terdapat Klenteng tempat sembahyang warga Tionghoa yang sering dikunjungi khusus pada saat perayaan Cap Go Meh, tidak hanya warga dari Kota Palembang, tapi warga Tionghoa di tanah air dan manca negera. [*/aji}
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !