INILAH.COM, Jakarta - Bakrie Telecom meluncurkan instant messaging Esia TTM dengan menggunakan layanan suara dan SMS. Esia membantah layanan se[perti itu membuat marak prostitusi online.
Esia meluncurkan Esia TTM (Telusur Teman Mu) karena jaringan suara dan SMS jarang digunakan provider untuk layanan pesan instan serta jejaring sosial.
Esia melihat adanya value-added service yang besar dari layanan voice dan SMS karena memang selama ini dua sektor tersebut masih menyumbangkan revenue besar, ujar VP Bakrie Telecom Erik Meijer di Jakarta.
Saat sebagian besar ponsel tidak mendukung layanan data. Dari total 120 juta pengguna seluler di Indonesia baru 25 juta yang menggunakan untuk internet.
Tren cari jodoh di internet sangat marak dan 60% pengguna ponsel tidak memiliki layanan data, kata Rizki Kamadibrata.
Bakrie Telecom mengenakan biaya registrasi Rp1000 per minggu dan biaya akses Rp500 per menit dan Rp250 per SMS untuk layanan Esia TTM.
Ini adalah layanan IM pertama yang menggunakan fitur suara dan SMS. Sebelum diluncurkan secara resmi, 1.500 pengguna Esia telah menikmati layanan ini, ujarnya.
Erik Meijer menilai maraknya prostitusi online melalui chatting dan internet bukan tanggung jawab penyedia layanan namun menyangkut urusan personal.
Esia TTM tidak bisa mencegah apa yang akan dilakukan tiap orang yang chat, kenal dan kemudian bertemu, karena memang tujuan fitur ini adalah menghubungkan teman, ujarnya.
Sedangkan pengamat telematika Ruby Z Alamsyah menilai chat online dan konten pornografi yang mengandung pelanggaran susila bisa diatasi dengan sistem tertentu.
Asosiasi internasional memiliki catatan khusus tentang keyword dan trafik internet, jadi bisa diawasi penggunaan internet di masyarakat. Satu sisi internet efektif dalam men-share data dan informasi yang menunjung kebebasan menyampaikan pendapat, namun di sisi lain seringkali digunakan untuk tujuan negatif, ujar Ruby.
Pemerintah dinilai mampu untuk mengatasi konten porno, namun memang caranya dengan white-list bukan black-list yang sifatnya bukan memblokir melainkan memberikan izin kepada situs tertentu.
Saya tidak bisa bilang istilah nama sistemnya, tetapi cara teknis bisa kok dilakukan asal pemerintah mau, saya pikir ahli di pemerintahan punya kemampuan tersebut. Sistemnya sama dengan melacak money-laundring, tambah Ruby.[ito]