INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) merencanakan mengimpor solar sebanyak 3 juta barel pada bulan Maret, menyusul belum selesainya perbaikan di kilang Balikpapan, Kalimantan Timur.
"Pada bulan Januari, impor solar sekitar 2 juta barel namun karena kilang Balikpapan masih dalam perbaikan maka pada Februari dan Maret impor naik menjadi 3 juta barel," kata Kepala Integrated Supply Chain Rusnaedy sebelum RDP dengan Komisi VI di Jakarta, Senin (8/2).
Dia menjelaskan meningkatnya rencana impor solar dilakukan menyusul belum beroperasi penuhnya kilang pengolahan BBM di Balikpapan. "Impor solar mengalami peningkatan pasca terjadinya kebakaran pada Hydrocracker Train A di Kilang Balikpapan unit 1 pada 16 Januari lalu. Dampak kerusakan pada Unit Hydrocraker Train A tersebut menyebabkan telah terjadinya penurunan produksi kilang untuk avtur, solar dan elpiji," katanya.
Sementara untuk stok Premium, menurutnya terus alami penurunan. Impor premium pada bulan Maret justru mengalami penurunan, dari 5,5 juta juta barel di bulan Februari menjadi 5 juta barel di bulan Maret. Menurut Rusnaedy, membaiknya stok premium di kilang Balongan. Produksi premium dari kilang Balongan sudah stabil. [hid]