INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) meminta kepada Pemerintah agar ke depannya setoran dividen ke pemerintah dapat diturunkan.
"Kami sangat berharap agar setoran dividen ke pemerintah dapat diturunkan supaya sebagian dana dividen ini dapat dialihkan untuk biaya investasi Perseroan," kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Senin (8/2).
Karen melanjutkan adapun sebagian dari dana setoran dividen ini dapat dialihkan untuk dana investasi di sektor hulu perusahaan.
Selain berharap pada pemotongan besaran dividen, dia juga meminta agar harga gas LPG, baik LPG PSO 3 kg, maupun LPG non PSO bisa dijual sesuai harga keekonomiannya.
Seperti diketahui selama ini yang diterapkan Kementerian BUMN terhadap perusahaan BUMN adalah menarik dividen sekitar 50% dari laba bersih yang diperoleh Perseroan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Pertamina, Frederick Siahaan, menjelaskan selama 2009 yang lalu Perseroan mengalami kerugian hingga Rp2,2 triliun dari penjualan Gas LPG PSO dan non PSO. "Kami berharap khusus gas LPG PSO dapat dijual sesuai harga keekonomiannya, sehingga Perseroan terhindar dari kerugian dari menjual gas LPG. Rencananya, khusus gas LPG 12kg akan dinaikkan Rp100/kg/bulan, sampai pada harga keekonomiannya," katanya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !