INILAH.COM, Jakarta Awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak memerah. Bursa tak mampu lepas dari sentimen negatif bursa regional dan turunnya harga komoditas. Pada perdagangan Senin (8/2), IHSG

ditutup melemah 43,404 poin (1,72%) ke level 2.475,572. Indeks LQ 45

juga melemah 9,417 poin (1,93%) ke level 479,165.
Indeks mengawali perdagangan langsung terkoreksi 0,69% ke level 2.501. Memburuknya bursa regional terus menekan bursa, sehingga IHSG akhirnya pada sesi siang bertengger di 2.458 dan akhirnya ditutup di 2.475.
Seorang pengamat pasar modal mengatakan, pelemahan IHSG terjadi akibat sentimen negatif dari bursa regional dan pergerakan harga komoditas tambang yang melemah.
IHSG masih terpengaruh sentimen eksternal, katanya.
Bursa Asia bergerak mixed, dimana penguatan dialami emiten berbasis komoditas. Pertemuan Menteri Keuangan dari negara yang tergabung G7 berjanji mempertahankan stimulus ekonomi meskipun pasar mengkhawatirkan besarnya defisit anggaran.
Koreksi bursa terjadi akibat tidak signifikannya penguatan bursa AS. Wall Street akhir pekan lalu hanya menguat tipis setelah sempat terkoreksi cukup dalam. Hal ini setelah tingkat pengangguran AS turun ke level 9.7%, lebih rendah dari estimasi 10%.
Harga batu bara di Newcastle turun 6% ke US$91.8/ton setelah harga crude oil menyentuh US$71/barel. Adapun tren pelemahan rupiah atas dolar AS, turut memberi tekanan pada bursa.
Selain itu, imbuhnya, ancaman gagal bayar yang dialami Yunani, Portugal dan Spanyol menimbulkan kekhawatiran akan krisis berikutnya. "Apalagi belum ada sentimen positif yang signifikan mengangkat bursa," paparnya.
Semua sektor terpantau melemah, dengan sektor konsumsi anjlok terbesar mencapai 2,7. Disusul sektor perdagangan yang turun 2,4%, infrastruktur 2,25%, aneka industri 1,9%, dan properti 1,8%. Demikian juga sektor manufaktur yang merosot 1,7%, tambang 1,5%, finansial dan perkebunan 1,3% serta industri dasar yang turun 0,4%.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 4.671 juta lembar saham senilai Rp 4,53 triliun, dengan frekuensi 83.760 kali. Sebanyak 32 saham naik, 146 saham turun dan 56 saham stagnan.
Beberapa emiten yang melemah cukup besar antara lain PT Indo Tambangraya Megah (
ITMG) turun Rp 1.150 ke level Rp 28.950, PT Tambang Batubara Bukit Asam (
PTBA) melemah Rp 600 menjadi Rp 15.550, dan PT Astra Agro Lestari (
AALI) terkoreksi Rp 350 di posisi Rp 23.100.
United Tractor (
UNTR) turun Rp 600 menjadi Rp 15.350, Bank Mandiri (
BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.325, Bank Danamon (
BDMN) turun Rp 125 menjadi Rp 4.375.
Sedangkan emiten-emiten yang berhasil menguat antara lain Indocement (
INTP) naik Rp 100 menjadi Rp 12.950, International Nickel (INCO) naik Rp 25 menjadi Rp 3.500, BTN (
BTPN) naik Rp 10 menjadi Rp 1.060.
Sore ini, bursa Asia terpantau bergerak variatif. Indeks Hang Seng turun 114,19 (0,58%) ke level 19.550,89, indeks Nikkei 225 turun 105,27 poin (1,05%) menjadi 9.951,82, indeks Straits Times naik 11,49 poin (0,43%) ke 2.695,05, indeks kospi di Seoul turun 14,33 poin (0,91%) ke level 1.552,79, dan indeks Shanghai melemah 4,23 poin (0,14%) ke level 2.935,17. [mdr]