inovasi portal berita
Selasa, 7 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,998.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Mata Uang Utama Picu Rupiah Siuman

Headline
Oleh: Ahmad Munjin
Senin, 8 Februari 2010 | 18:26 WIB
INILAH.COM, Jakarta Koreksi tajam di pasar saham mendapat respon berbeda di pasar valas, dimana mata uang domestik ini berhasil menguat. teknis mata uang utama seiring overbought-nya dolar AS menjadi katalisnya.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (8/2) ditutup menguat tipis 15 poin (0,159%) terhadap dolar AS menjadi 9.390/9.395, ketimbang posisi akhir pekan lalu di 9.405/9.410. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB, rupiah ditransaksikan menguat 5 poin (0,053%) menjadi 9.405 per dolar AS.

Ricardo Simatupang, analis valas dari Bank Panin mengatakan, penguatan rupiah hari ini hanya terjadi karena faktor teknis semata, mengikuti kenaikan mata uang utama lain terhadap dolar AS. Karena itu, rupiah menguat tipis ke level 9.390. Padahal, sepanjang perdagangan sempat melemah ke level 9.435, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (8/2).

Jika melihat data option trading, dolar AS sudah overbought mencapai posisi tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Pelaku pasar pun melakukan penjualan dolar dan membeli euro, frank Swiss, dan dolar Kanada. Apalagi, Bank Sentral Swiss hari ini sangat aktif mengintervensi mata uangnya. Karena itu, rupiah mengalami penguatan teknis seiring kenaikan nilai tukar mata uang utama, paparnya.

Dolar terhadap mata uang utama berada dalam posisi melemah saat ini. Terhadap euro, mata uang AS itu ditransaksikan turun ke level US$1,3705. Padahal pada sesi pagi euro masih di posisi US$1,3650, ungkapnya.

Namun, imbuhnya, faktor eksternal masih berpengaruh negatif. Kasus gagal bayar (default) Yunani, Portugal dan Spanyol masih berpotensi menekan euro dan menghambat penguatan rupiah lebih jauh. Di sisi lain, meski angka non-farm payrollmengalami kenaikan, tapi secara keseluruhan pengangguran di AS menurun. Hal itu masih memperkuat keinginan investor untuk memegang dolar AS dan melepas aset-aset yang sedikit berisiko, timpalnya.

Sementara itu, dari sisi faktor internal tidak ada hal-hal yang berpengaruh pada pergerakan mata uang. Fundamental ekonomi Indonesia sendiri belum ada data penting yang berpengaruh. Pasar saat ini menunggu pengumuman PDB (produk domestik bruto) pada 10 Feberuari lusa dan CPI (consumer price index), pungkasnya.

Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.140 terhadap dolar Australia, di angka 12.829 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 6.621 terhadap dolar Singapura.

Sementara itu, mata uang kawasan masih mendominasi pelemahan terhadap dolar AS. Hanya tiga mata uang yang menguat. Dolar Singapura naik 0,08% menjadi 1.421, rupee India terangkat 0,04% ke level 46.720, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,10% ke angka 3.440 per dolar AS.

Selebihnya, mata uang kawasan melemah. Yen Jepang turun 0,18% ke posisi 89.414, dolar Hong Kong melandai 0,002% menjadi 7.770, dolar Australia susut 0,18% ke level 0.870, dan dolar New Zealand terkoreksi 0,32% terhadap dolar AS ke angka 0.691.

Begitu juga dengan dolar Taiwan yang terdepresiasi 0,26% ke posisi 32.151, won Korsel merosot 0,20% menjadi 1.171, peso Filipina terkikis 0,05% ke level 46.590, yuan China tiarap 0,002% ke angka 6.826, dan baht Thailand terperosok 0,06% ke posisi 33.185 per dolar AS. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.