Senin, 28 Mei 2012 | 17:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kejagung: Singapura Favorit Buronan Koruptor
Headline
Istimewa
Oleh: Dwifantya Aquina
web - Senin, 8 Februari 2010 | 18:31 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tim pemburu koruptor yang diketuai Wakil Jaksa Agung (Waja), Darmono, menilai Singapura masih menjadi "surga " bagi buronan koruptor dari Indonesia.

"Singapura favorit daerah pilihan bagi buronan koruptor," kata Darmono, seusai Rapat Kerja (Raker) antara Kejagung dengan Komisi III DPR, di Jakarta, Senin (8/2).

Darmono menyebutkan dari 18 buronan koruptor yang diburu saat ini, kebanyakan berada di Singapura. Ia mengatakan, buronan koruptor itu, mencari negara yang mudah untuk mendapatkan surat izin menetap. "Buronan itu mencari negara yang aman untuk menetap," katanya.

Disamping itu, ia mengaku mendapatkan informasi bahwa ada salah satu dari 18 buronan koruptor yang akan menetap di Amerika Serikat (AS). "Karena itu, kita akan berupaya koordinasi dengan Deplu untuk mengecek kebenaran informasi itu," tutur Darmono.

Tim juga, lanjut dia, akan melampirkan salinan putusan terhadap buronan koruptor yang ingin menetap di AS. "Salinan putusan itu, untuk menunjukkan (buronan itu) ada permasalahan hukum. Karena itu, izin tinggalnya harus dibatalkan dan tidak sah," katanya.

Ia menduga buronan tersebut telah melakukan manipulasi data. "Kami akan berkoordinasi juga dengan Interpol," jelas Darmono.

Salah satu buronan yang diduga saat ini menetap di Singapura, yakni, Djoko Tjandra, buronan kasus cessie Bank Bali. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.