INILAH.COM, Jakarta - Tim pemburu koruptor yang diketuai Wakil Jaksa Agung (Waja), Darmono, menilai Singapura masih menjadi "surga " bagi buronan koruptor dari Indonesia.
"Singapura favorit daerah pilihan bagi buronan koruptor," kata Darmono, seusai Rapat Kerja (Raker) antara Kejagung dengan Komisi III DPR, di Jakarta, Senin (8/2).
Darmono menyebutkan dari 18 buronan koruptor yang diburu saat ini, kebanyakan berada di Singapura. Ia mengatakan, buronan koruptor itu, mencari negara yang mudah untuk mendapatkan surat izin menetap. "Buronan itu mencari negara yang aman untuk menetap," katanya.
Disamping itu, ia mengaku mendapatkan informasi bahwa ada salah satu dari 18 buronan koruptor yang akan menetap di Amerika Serikat (AS). "Karena itu, kita akan berupaya koordinasi dengan Deplu untuk mengecek kebenaran informasi itu," tutur Darmono.
Tim juga, lanjut dia, akan melampirkan salinan putusan terhadap buronan koruptor yang ingin menetap di AS. "Salinan putusan itu, untuk menunjukkan (buronan itu) ada permasalahan hukum. Karena itu, izin tinggalnya harus dibatalkan dan tidak sah," katanya.
Ia menduga buronan tersebut telah melakukan manipulasi data. "Kami akan berkoordinasi juga dengan Interpol," jelas Darmono.
Salah satu buronan yang diduga saat ini menetap di Singapura, yakni, Djoko Tjandra, buronan kasus cessie Bank Bali. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !