Minggu, 27 Mei 2012 | 15:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Prediksi Rupiah
Rupiah Masih Bertenaga
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Natascha & Ahmad Munjin
web - Selasa, 9 Februari 2010 | 08:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah Selasa (9/2) masih berpeluang tertekan. Penguatan dolar AS akibat kondisi ekonomi eksternal, menjadi katalisnya.

Analis valas Rosadi Montol memprediksikan, rupiah masih cenderung tertekan karena pengaruh dari bursa saham. Namun, rupiah masih bisa bertahan karena intervensi Bank Indonesia (BI). Rupiah akan bergerak pada kisaran 9.375-9.465 per dolar AS, katanya kepada INILAH.COM, Senin (8/2).

Menurutnya, dolar AS mendapatkan banyak support untuk melanjutkan penguatan karena lambatnya pemulihan di Eropa. Terutama status defisit yang membayangi Yunani dan Portugal. Sementara di AS, sejumlah data-data ekonomi membaik. Seperti tingkat pengangguran yang turun, meski hal sebaliknya terjadi pada data non-farm payroll. AS pun mendapat dukungan yang kuat, lanjutnya.

Ketidakberdayaan euro melawan dolar juga berpengaruh ke mata uang lainnya, terutama mata uang Asia. Rupiah pun ikut tertekan, meski BI dengan leluasa masih bisa melakukan intervensi yang didukung cadangan devisa. Ketika rupiah menguat, BI menggunakannya untuk belanja dolar. Sehingga pada masa seperti seperti, BI bisa leluasa mengintervensi pasar. Rupiah bisa bertahan di bawah 9.500 per dolar AS, sementera euro memberikan sentimen jelek di mata uang Asia lainnya, katanya.

Euro belum ada tanda-tanda rebound meski sudah sangat jatuh tapi secara teknikal sudah sangat jatuh tapi secara teknikal sudah oversold, jadi ada peluang short covering, juga secara teknikal.

Sedangkan Ricardo Simatupang, analis valas dari Bank Panin memperkirakan, rupiah hari ini akan mengalami penguatan teknis (technical rebound), seiring potensi penguatan mata uang utama terhadap dolar AS. Rupiah akan bergerak pada kisaran 9.350-9.425 per dolar AS, katanya kepada INILAH.COM, kemarin.

Ia menilai, penguatan rupiah hari ini akan berlangsung tipis. Sebab, pada level 9.375 akan banyak korporasi yang melakukan aksi beli terhadap dolar AS. Namun, Ricardo berharap rupiah tidak lagi tembus level 9.400 per dolar AS.

Menurutnya, aksi beli dolar AS oleh korporasi sangat tergantung pada kondisi cash flow masing-masing perusahaan. Bisa saja untuk melakukan pembayaran kewajiban utang yang jatuh tempo atau sekedar menabung untuk capital expenditure. Ini hanya strategi masing-masing dalam penempatan investasi mereka, paparnya.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (8/2) ditutup menguat tipis 15 poin (0,159%) terhadap dolar AS menjadi 9.390/9.395. [vin/ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.