INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengusulkan agar besaran ongkos distribusi BBM bersubsidi atau (alfa) dapat direvisi tiap tiga bulan sekali. Sebab Pertamina selalu rugi menjalankan PSO.
"Kami usulkan harga besaran alfa dapat dirubah tiap tiga bulan sekali, menyesuaikan dengan harga minyak serta ICP, karena ICP ini sangat di luar kendali Pertamina. Sangat tidak bagus kalau Pertamina menjalankan
PSO tetapi selalu rugi," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan saat RDP dengan Komisi VII, DPR-RI, Jakarta, Senin (8/2).
Dia menjelaskan Karena alfa itu erat kaitannya dengan perubahan harga minyak mentah serta perubahan patokan harga minyak di dalam negeri (ICP). Selama semester pertama 2009 yang lalu Pertamina alami kerugian hingga Rp6 triliun dalam distribusi BBM bersubsidi. Kerugian ini ditanggung sendiri oleh Pertamina. "Maka dari itu, kami sangat berharap agar alfa BBM bersubsidi dapat direvisi tiap tiga bulan sekali," jelas Karen.
Sementara terkait dengan besaran alfa yang diterima Perusahaan lain seperti Petronas dan AKR. Menurut Karen sebenarnya hal tersebut tidak adil, Petronas dan AKR Corporindo menerima besaran alfa BBM sama seperti yang diterima Pertamina.
Padahal daerah distribusi BBM Petronas dan AKR hanya satu daerah saja, sementara Pertamina dengan alfa yang sama mendistribusikan BBM hingga ke pelosok tanah air. "Kami hanya ingin keadilan antara alfa yang diterima Pertamina dengan alfa yang diterima Petronas dan AKR," katanya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !