inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Laszlo Imre Barta

Indosat di Tangan Pria Bulgaria

Headline
Laszlo Imre Barta - indosat.com
Oleh: Vina Ramitha & Asteria
Kamis, 11 Februari 2010 | 01:51 WIB
INILAH.COM, Jakarta Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa, Laszlo Imre Barta resmi diangkat sebagai direktur komersil PT Indosat. Seperti apakah kepemimpinan pria berkebangsaan Bulgaria ini?
"Saya baru efektif bekerja 1 Mei," ujar Laszlo singkat, ketika dimintai komentar usai pengangkatan dirinya, pada rapat umum pemegang saham luar biasa beberapa waktu lalu di Jakarta, yang dihadiri pemegang 92,36% dari total saham.
Pria berkewarganegaraan Bulgaria ini merupakan perwakilan dari Qatar Telecom (Qtel). Selain itu, ia kini juga menjabat sebagai direktur pemasaran Grameenphone di Bangladesh.
Indosat saat ini dimiliki Pemerintah Indonesia sebanyak 14,29% saham dan Qtel 40,8%, dan sisanya publik. Qtel menjadi pemilik saham mayoritas setelah membeli saham Indosat milik Singapore Technologies Telemedia (STT) pada 2008 lalu.
Dalam situs Grameenphone, Laszlo disebut sebagai pemimpin dengan style manajemen yang motivasional. Ia memiliki reputasi membangun tim dengan motivasi dan jaringan partner baik. Perencanaan strategis merupakan keahliannya, didukung pengalaman 14 tahun serta catatan kesuksesan yang tidak bisa dianggap remeh.
Laszlo juga disebut memiliki jejak rekam yang cukup baik dalam akselerasi bidang yang dipimpin, serta pandai melihat peluang. Selain itu, Ia juga disebut seorang visioner besar yang mengerti bahwa operasional harian membentuk hasil dan pencapaian. Melihat data-data di atas, tak heran bila Indosat jatuh hati padanya.
PT Indosat (ISAT) memutuskan mengganti Direktur Komersil Kaizad Bomi Heerjee dengan Laszlo Imre Barta. Laszlo baru mulai menjabat sebagai direktur Indosat 30 April 2010, sedangkan Khaizad akan tetap menjabat hingga 30 April 2010.
Direktur Utama Indosat Harry Sasongko mengatakan, pergantian direksi ini ditujukan agar manajemen mendapat semangat baru. Lazslo pun dinilai telah melalui uji kepatutan dan kelayakan, sehingga dapat mendorong pertumbuhan Indosat ke depan.
Di Indosat, Laszlo akan diberi tanggungjawab khusus terhadap bisnis seluler perseroan. Laszlo membawa pengalaman yang bisa meningkatkan kinerja Indosat. Portofolionya di bidang seluler," pungkas Harry.
Laszlo pada 1994 memperoleh gelar sarjana Arsitektur Lanskap dan Insinyur dari University of Holticulture and Food Industry, Fakultas Arsitektur Lanskap, Proteksi, dan Pembangunan. Sembari melanjutkan pendidikan, pada 1995, ia bergabung dengan Ericsson dari Philip Morris Hungaria, sebagai Sales Representative.
Dua tahun kemudian, gelar bachelor dari pendidikan Program Spesial Insinyur Perekonomian di Budapest, diperolehnya. Di tahun yang sama, Laszlo ditunjuk menjadi Head of International Key Accounts hingga April 2000. Setahun kemudian, Ia menjajaki peluang di Ericcson Hungary Ltd., sebagai Director of Consumer Account.
Juni 2001 hingga Agustus 2005, Laszlo dipercaya sebagai Head of Corporate Clients Department di Pannon GSM Ltd. Hungaria. Laszlo adalah orang yang haus ilmu, sehingga ia terus melanjutkan pendidikan ketika ada kesempatan. Di tengah kepadatan waktunya saja, Ia masih mampu menyelesaikan kuliah Administrasi Bisnis di Buckinghamshire Chiltrens University College.
September 2005, Laszlo mulai memberanikan diri mengadu nasib di perusahaan asing, Grameenphone Ltd. di Bangladesh, yang merupakan bagian dari Telenor Group. Meski hanya satu setengah tahun, Ia meninggalkan warisan yang cukup baik untuk strategi pemasaran bisnis sebagai Head of SME Clients Department and Project Manager of Business Solutions.
Prestasi luar biasa itulah yang membuatnya diangkat sebagai Director of Sales Grameenphone. Kualitas Laslzo sebagai pebisnis handal terlihat, di mana ia memperkenalkan enam metodologi Sigma baru yang sukses besar.
Ia sukses melakukan restruktur organisasi untuk mengoptimalkan departemennya. Tak salah, Mei 2009 ia diangkat sebagai Deputy CMO and Director of Marketing. Memang, ia hanya menjabatnya selama tujuh bulan namun ia memimpin Grameenphone meluncurkan merek ponsel pertama pada 1 September 2009. Hingga Per Desember 2009, Laslzo masih tercatat sebagai Deputy CMO dan CRM Director di Grameenphone Ltd. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
tugas pertama @ Kamis, 11 Februari 2010 | 10:47 WIB
tugas para pimpinan isat yg terberat saat ini adalah mengembalikan semangat dan kebanggan menjadi karyawan isat...krn kbanyakan karyawan sudah mulai bosan dengan kepemimpinan yg kaku dan pelit
ista@isat.net @ Selasa, 9 Februari 2010 | 10:39 WIB
Tunjukkan kemampuanmu Indosat, sdh lama kiprah operator ini spt tenggelam di bandingkan operator lain yg lebih gesit
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.