INILAH.COM, Barcelona - Penyerang Barcelona, Zlatan Ibrahimovic, sempat berkibar di paruh pertama musim debutnya. Namun di paruh kedua, Ibra gagal mencetak gol sejak tahun 2010 bergulir.
Saya tak khawatir karena itu sering terjadi. Di tahun pertama di Ajax, saat baru tibadi Juventus, lalu saat bersama Inter. Memang, sebagai penyerang tengah sangat penting untuk terus mencetak gol, tetapi itu bukan yang utama, terangnya.
Ibra lalu mengaku tetap mendapat dukungan dari sang pelatih, Pep Guardiola, yang memuji assist yang ia ciptakan bagi rekan-rekannya. Assist sama seperti gol karena sama-sama membuat tim senang. Sama pentingnya seperti mencetak gol bagi saya. Saya sendiri tak cemas dengan paceklik gol ini karena saya tahu saya pasti akan mencetak gol. Saya sendiri memang tak pernah puas dengan diri saya sendiri.
Ibra lalu berbicara mengenai adaptasinya dengan Spanyol, Keluarga saya beradaptasi dengan baik dan saya senang di sini. Tim ini telah memenangkan segalanya dan saya harap akan terus demikian. Sungguh luar biasa. Satu yang saya sesali adalah kami tersingkir dari Piala Spanyol.
Ibra sekali lagi membandingkan sepak bola di Spanyol dengan Italia dan Belanda. Di sana, tim sudah cukup puas dengan skor 1-0 karena yang penting menang. Sebagai penonton, jika saya sudah membayar tiket, saya ingin terhibur. Jika Anda menang 1-0 tapi tidak terhibur maka Anda tidak puas. Di sini, orang-orang ingin melihat sepak bola modern dan menghibur. Saya pun akan demikian jika menjadi penonton.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !