INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah menginginkan agar bagi hasil migas dikembalikan lagi untuk investasi di bidang migas, sehingga produksi bisa lebih ditingkatkan lagi.
"Yang paling pokok keinginan presiden ialah semuanya dengan penyusunan yang tinggi dan itu harus diinvestasikan segera agar kapasitas produksi naik, karena konsumsi lebih besar dari pada produksi, begitu produksi naik dan konsumsi turun, maka tinggal tunggu dua tahun bangsa ini," kata Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, Sabtu (14/6).
Begitu penghematan energi, minyak tanah, listrik dan konversi ke batubara selsai, maka konsumsi akan langsung turun setengahnya. "Kalau revenue minyak naik, maka luar biasa dampaknya dan kita bisa bertahan 2 sampai 3 tahun," katanya.
Pernyataan Kallla ini terkait dengan usulan BPH Migas mengenai perubahan porsi bagi hasil migas dalam upaya meningkatkan keuntungan dari kenaikan harga minyak. Ada beberapa opsi, selain bagi hasil pengenaan pajak, BP Migas juga mengusulkan pengetatan dan pembatasan biaya pemulihan yang dibebankan ke negara. Selain itu, beberapa skenario cadangan untuk mendukung skema berbagi beban kenaikan harga minyak tengah disusun Depkeu.
Terkait Pertamina, Kalla mengatakan, bagian pemerintah yang harus diurus ada 85% di setiap pengeboran. "Karena itu punya pemerintah yang dikelola Pertamina, dan yang harus segera dikirim ke pengilangan," katanya.[L5]