Minggu, 27 Mei 2012 | 15:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Volume Produksi Batubara ADRO Naik 5,5%
Headline
Inilah.com /Wirasatria
Oleh: Susan Silaban
web - Selasa, 9 Februari 2010 | 09:06 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Total volume produksi PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 5,5% menjadi 40,6 juta ton pada 2009 dibandingkan 2008 di tengah melemahnya ekonomi global yang diikuti penurunan permintaan batubara semester pertama 2009.

Dalam keterbukaannya ke Bursa seperti dikutip IMILAH.COM, Selasa (9/2), Sekretaris Perusahaan ADRO, Andre J Mamuaya melaporkan, Adaro tetap dapat berproduksi rata-rata 4 juta ton per bulan walaupun musim hujan yang buruK. Fokus operasional untuk meningkatkan produksi menghasilkan peningkatan sebesar 23% dibandingkan 2008, hingga mencapai 12,1 juta ton yang juga mencerminkan peningkatan 16% bila dibandingkan dengan kuartal ketiga 2009.

Bila dijumlah dengan volume penjualan tambahan sebesar 0,1 juta ton dari anak usaha Asaro, yakni Coaltrade dan penjualan yang berasal dari inventory penjualan Adaro meningkat 23% dan mencapai 12,5 juta ton jika dibandingkan dengan 2008 dan meningkat 12% jika dibandingkan dengan kaurtal ketiga 2009.

Produksi batubara pada semenster pertama 2009 sekitar 18 juta ton karena kondisi ekonomi yang lemah dan permintaan batubara yang rendah. Akan tetapi, permintaan batubara mulai meningkat dari kuartal 2009, di mana didukung oleh musim kering yang baik, sehingga Adaro dapat meningkatkan produksi sebesar 17% menjadi 10,5 juta ton dibandingkan dengan kuartal kedua 2009.

"Fokus utama pada 2010 adalah eksekusi proyek infrastruktur untuk mendukung rencana pertumbuhan dan efisiensi serta pengembangan batubara Wara," katanya.

Lebih jauh, permintaan Envirocoal menunjukkan pemulihan yang stabil dari
tingkat rencah di semester pertama 2009, di mana hal ini mencerminkan prospek yang menjanjikan dalam tahun ke depan, terutama terhadap permintaan yang berasal dari negara-negara berkembang.

Akses permodalan yang sangat baik pada 2009 tercermin dari penerbitan obligasi US$800 juta dengan jatuh tempo pada 10 tahun dan stanby facility sebesar US$500 juta, sehingga menciptakan permodalan yang lebih kokoh dan likuiditas yang kuat. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.