Menghadapi perdagangan bebas Asia (CAFTA), bangsa kita merasa khawatir tidak sanggup bersaing dengan produk-produk China.
Meski pada awalnya para konsumen di Indonesia merasa skeptis dengan produk China yang di anggap kualitasnya di bawah produk Jepang atau Amerika dan Eropa, tetapi tetap saja di beli.
Salah satu kegamangan kita dalam menghadapi perdagangan bebas Asia adalah di samping ketakutan akan liberalisme perdagangan, juga karena belum membuminya produk-produk dalam negri, made in Indonesia, di bumi pertiwi.
Sebagaimana yang saya sebutkan di atas bahwa kita mau membeli produk-produk buatan China meski tahu bahwa kualitasnya kurang baik, tetapi kita sangatlah enggan membeli produk-produk buatan bangsa sendiri. Kita merendahkan kemampuan bangsa kita sendiri.
Bukan hanya yang tinggal di Indonesia berfikiran seperti itu. Yang sedang di negri perantauan pun jika di suruh memilih membeli produk buatan China atau buatan Indonesia, justru memilih produk China.
Padahal bukan rahasia lagi bahwa produk buatan Indonesia pun sudah di akui kualitasnya hingga bisa menembus pasar Eropa, misal untuk pertekstilan.
Sebagai contoh di toko-toko sepatu dan pakaian di Berlin, Jerman, produk-produk buatan Indonesia di situ dan harganya justru lebih tinggi dari produk China.
Kita semestinya belajar dari bangsa India bagaimana mencintai dan membumikan produk-produk buatan bangsa sendiri.
Lihatlah bagaimana India dengan kebanggaannya menggerakkan perusahaan-perusahaan nasional di segala bidang, elektronik, otomotif, IT dan sebagainya, sehingga timbul kemandirian pada bangsa tersebut.
Ada semboyan bangsa India yang patut kita dengungkan kepada bangsa kita yaitu, " Apa-apa (produk) yang bisa di buat bangsa lain, kita juga mampu buat ".
Ya!. Kita mampu membuatnya. Sumber daya manusia dan alam kita sangatlah cukup untuk merealisasikan hal itu.
Tinggal bagaimana kemauan kita sebagai bangsa untuk percaya diri tuk mengatakan dan berbuat bahwa kita mampu. Tentu saja tidak hanya cukup berhenti pada memproduksi saja, melainkan juga mengembangkan dan melakukan inovasi-inovasi pada produk made in Indonesia agar kualitasnya semakin baik.
Budi Sudarsono
Warga Indonesia Tinggal di Berlin Jerman.