Senin, 28 Mei 2012 | 17:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Porsi Kesalahan Dalam Bailout Bank Century
FPKS: Boediono 80% & Ani 20%
Headline
Mahfudz Siddiq - Inilah.com
Oleh: Abdullah Mubarok
web - Selasa, 9 Februari 2010 | 09:41 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tidak ada alasan kuat untuk memanggil Presiden SBY terkait kasus Bank Century. Sebab, pihak yang paling bertanggunjawab adalah mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono, dan mantan Ketua KSSK Sri Mulyani.

"Porsi kesalahan 80% di Boediono dan 20% di Sri Mulyani," kata angggota Pansus Angket Bank Century dari Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (9/2).

Mahfudz menjelaskan, jika mengacu kepada Perppu JPSK, Presiden SBY tidak terlibat dalam proses pengambilan kebijakan bailout Bank Century. Posisi presiden hanya dilaporkan kebijakan yang sudah diambil oleh KSSK.

Hal ini, lanjutnya, diakui oleh Sri Mulyani (Ani) yang melapor ke presiden via sms keputusan kebijakan Bailout pada tanggal 21 November 2008.

"Sementara penanganan Bank Century sejak pemberian FPJP sampai dengan penetapan sebagai bank gagal dan ditengarai berdampak sistemik, adalah sepenuhnya keputusan Bank Indonesia (Boediono)," imbuhnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.