INILAH.COM, Kolombo - Calon yang kalah dalam pilpres Sri Lanka, eks pemimpin militer Sarath Fonseka, ditangkap pemerintah. Ia didakwa melakukan pelanggaran militer.
"Dua pekan setelah kekalahannya dalam pilpres, Fonseka ditangkap oleh pemerintah. Ia didakwa melakukan pelanggaran militer yang tak ditentukan," demikian dikatakan pejabat negara itu yang merahasiakan namanya, Selasa (9/2).
Purnawirawan jenderal bintang empat, yang kalah dari Presiden Mahinda Rajapakse dalam pemilihan 26 Januari, itu ditahan ketika tentara menyerang kantor aliansi oposisi penting yang mendukung pencalonannya. Fonseka menjadi tenar karena memimpin militer mengakhiri pemberontakan Macan Tamil yang telah berlangsung hampir 30 tahun, pada 2009 lalu.
"Mereka dengan paksa membawa Jenderal Fonseka ketika ia sedang mengadakan pembicaraan dengan tiga pemimpin senior oposisi lainnya," seorang jurubicara Front Pembebasan Rakyat (JVP) menjelaskan pada AFP.
"Jenderal menolak untuk dibawa. Mereka menangkapnya dan benar-benar membawanya setelah mengancam orang lainnya. Pastinya ada 100 tentara lebih," lanjut si sumber. Kantor itu dikepung oleh tentara bersenjata berat yang merintangi wartawan dan juru foto untuk masuk dan memotret.
Manajer kampanye Fonseka, Senaka de Silva, juga dibawa, kata beberapa saksi. Sumber resmi mengonfirmasi Fonseka ditangkap oleh polisi militer yang membawanya sebelum seorang dokter memeriksa kondisi medisnya sebelum secara resmi menahannya.
Penangkapan dramatis itu terjadi satu hari setelah sebuah surat kabar swasta menyatakan mantan capres berusia 59 tahun itu, dapat diperiksa pengadilan militer dengan tuduhan merencanakan kudeta untuk menjatuhkan pemerintah. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !