INILAH.COM, Jakarta - Aksi pegang dolar AS menekan pergerakkan IHSG
pada sesi I perdagangan Selasa (9/2) ditutup turun 28,58 poin (1,15%) menjadi 2.446,99 karena masih tertekan oleh krisis di Eropa. Hal itu dikatakan analis saham Milenium Danatama, Ahmad Riyadi kepada
INILAH.COM Selasa (9/2). "Dalam kondisi ini, investor masih lebih memilih memegang dolar AS dari pada saham. Mereka melakukan aksi profit taking terlebih dahulu sebelum ada sentimen positif ke bursa," katanya.
Pelemahan murni karena faktor eksternal yang berasal dari kekhawatiran investor terhadap ancaman gagal bayar Eropa. Sebab kondisi internal, kondisi ekonomi masih tetap positif mulai dari cadangan devisa, inflasi maupun suku bunga. Untuk itu kalau investor sudah menganggap situasinya tenang maka mereka akan kembali lagi ke saham. Hal inilah yang akan menaikkan lagi indeks ke 2.600 lagi.
Untuk volume perdagangan mencapai 2,1 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp1,5 triliun yang diwarnai 45 saham menguat, 122 saham turun dan 54 saham stagnan. Untuk indeks saham JII

turun 5,6 poin ke level 398, indeks saham LQ45

turun 6,4 poin ke level 472. Untuk sektor yang tertekan paling banyak adalah sektor pertambangan 46 poin ke 2.089 dan sektor perkebunan turun 13 poin ke 1.781.
Adapun saham-saham yang naik adalah Goodyear Indonesia (
GDYR) naik Rp500 ke Rp11.500, Indocement Tunggal Prakasa (
INTP) naik Rp200 ke Rp13.150, PP London Sumatera (
LSIP) naik ke Rp150 ke Rp8.350, Semen Gresik (
SMGR) naik Rp100 ke Rp7.650 dan Astra Otoparts (
AUTO) naik Rp100 ke Rp6.200.
Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Astra International (
ASII) turun Rp650 ke Rp33.050, HM Sampoerna (
HMSP) turun Rp500 ke Rp12.800, Tambang Batubara Bukit Asam (
PTBA) turun Rp450 ke Rp15.100, Gudang Garam (
GGRM) turun Rp400 ke Rp23.700, Telekomunikasi Indonesia (
TLKM) turun Rp200 ke Rp8.500, United Tractors (
UNTR) turun ke Rp200 ke Rp15.150, Astra Agro Lestari (
AALI) turun Rp200 ke Rp22.900, Gudang Garam (
GGRM) turun Rp200 ke Rp23.900. [hid]