INILAH.COM, Jakarta - Bima Arya berhenti menjadi pengamat sekaligus Direktur Charta Politika. Bima akan fokus menjadi ketua DPP PAN bidang politik dan komunikasi.
Hal ini diungkapkan Bima melalui pesan singkat kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (9/). "Mulai malam ini saya tidak lagi menjadi pengamat dan mundur dari Charta Politika," ujarnya.
Bima menceritakan perihal dirinya bisa masuk ke DPP PAN. Apa yang dipegang saat ini merupakan kelanjutan dari apa yang dibangunnya dahulu.
Dua belas tahun lalu, Bima mengaku ikut mendirikan PAN di Bandung, menjabat sebagai wakil sekretaris DPD PAN Bandung. Di tahun 2000, Bima memutuskan nonaktif.
Namun, komunikasi dengan Ketua Umum Hatta Rajasa dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN, Amien Rais, terus terjalin.
Di Pemilu 2009, Bima mengatakan ikut dalam tim kemenangan nasional pasangan SBY-Boediono, diajak Hatta Rajasa. "Sudah disimpulkan Bang Amien, dan Bang Hatta, minta untuk bergabung ke PAN," imbuhnya.
Selain Bima, ada artis kondang dan tokoh-tokoh muda yang juga bergabung. Helmy Yahya mengisi posisi Wasekjen. "Ikut juga Viva Yoga, Tjatur, Eros Jarot," kata doktor lulusan universitas di Australia ini menjabarkan.
Malam ini di JCC, Senayan, Jakarta, Hatta Rajasa akan melantik pengurus DPP PAN yang baru, pukul 18.30. Amien Rais dijadwalkan hadir. [bar]