INILAH.COM, Jakarta - Impor produk China ke Indonesia, sejak tahun 2004 hingga 2009 terus meningkat secara signifikan. Pada tahun 2009 sebesar 19,77 %, sedangkan pada tahun 2004 hanya sebesar 7,9 %.
"Impor China telah menggantikan dari negara. Tahun 2004 impor hanta sebesar 7, 9 % pada 2009 naik menjadi 19,77 persen," ujar Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar dalam konfrensi pers di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (9/2).
Sementara itu pada tahun 2009, pangsa pasar impor Amerika Serikat sebesar 10 %, sedang Jepang sebesar 14 %. "Pada tahun 200 pangsa pasar impor Amerika dan Jepang sebesar 19%. Sedang impor dari Uni Eropa relatif stabil yaitu 12 persen," katanya.
Ia mengatakan, selama periode 2004-200 mengalami peningkatan 35,1% pertahun. Adapun barang-barang impor dari Cina lebih banyak berupa barang modal yang mencapai 59,3% dan bahan baku penolong sebesar 29,5%
Mahendra, mengatakan, banyaknya produk-produk Cina tidak langsung menjadikan Indonesia menjadi negara pengimpor. Pasalnnya Cina mengambil besar bagian yang awalnya dimiliki negara lain. "Tapi produk-produk dari negara lain tetap banyak juga," jelasnya.
Lebih lanjut Mahendra menjelaskan, peningkatana impor tersebut juga sejalan dengan perkembangan investasi China ke Indonesia. Selama 2004-2009 investasi mengalami peningkatan 69 % pertahun. "Peningkatan impor adalah capital goods dan barang-barang yang dipergunakan untuk bahan baku dan penolong, jadi ada hubungan positif antara peningkatan investasi dan import," yakinnya. [hid]