INILAH.COM, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bakal meningkatkan kepemilikan hingga 60% di JORR 2 dan JORR Timur setelah berhasil melakukan take over dari investor.
"Kita harus mayoritas hingga 60% dengan investasi yang cukup untuk men-take over ruas tol ini," kata kata Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito saat listing PP di BEI, hari ini Selasa (9/2).
Menurut Frans, Jasa Marga telah menyiapkan belanja modal untuk 2010 ini sekitar Rp3 triliun yang dialokasikan dari pinjaman dan kas perseroan dimana saat ini equity Jasa Marga lebih dari Rp6 triliun serta sisa IPO Jasa Marga masih sekitar Rp3,4 triliun. "Sisa IPO ini belum terpakai karena terkendala pembebasan lahan," katanya.
Jasa Marga pun kembali ekspansi ke proyek jalan tol sepanjang 250 km dalam 3-4 tahun ke depan. Saat ini sudah realisasi 20 km yang masih berada di pulau Jawa dengan investasi hingga Rp25 triliun. "Dananya sebagian
dari dana sendiri karena ekuitas kita lebih dari Rp6 triliun dan pinjaman," terangnya.
Dari 250 km ini, Jasa Marga pun akan joint venture dengan BUMN Karya, Astratel, BUMD, CMF Malaysia, serta Kelompok Gramedia. Khusus kerjasama dengan CMF Malaysia lebih ke jalan tol JORR 2. Jasa Marga pun ada tambahan beberapa proyek di Semarang bisa dioperasikan hingga 16 km sedangkan Bogor Ring Road hingga 4 km yang masih menunggu UU Pembebasan Lahan yang baru. "Bukan hanya itu saja, Jasa Marga pun diuntungkan dengan adanya UU Pembebasan Lahan," ujarnya optimis.
Sementara itu, Jasa Marga pun bakal surat utang alias obligasi yang aka diterbitkan pada semester II 2010 guna membiayai kembali alias refinancing obligasi yag akan jatuh tempo pada Desember 2001 sekitar Rp650 miliar. "Obligasinya tahun ini untuk merefinancing obligasi yang akan jatuh tempo," ujarnya. [san/hid]