INILAH.COM, Jakarta - Video 3 taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang telah mengalami penganiayaan, terjadi 3 atau 4 tahun lalu. Ketiganya sudah diwisuda pada 2009.
"Korban sudah lulus 2009, mungkin sudah berlayar. Apalagi seniornya," kata Kepala STIP Yan Risuandi di salah satu acara televisi swasta, Jakarta, Selasa (9/2).
Seperti diketahui, sebuah video yang berisi tentang prosesi penyiksaan secara biadab ditayangkan televisi nasional. Isinya, perlakuan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta.
Dalam video yang ditayangkan Senin sore (8/2), terlihat ada tiga mahasiswa yunior STIP. Mereka berdiri dalam posisi siap.
Lalu, secara bergantian senior mereka melakukan penganiayaan. Mulai dari memukul bagian ulu hati sampai menampar mukanya berkali-kali.
Yang sadis, adegan yang direkam di salah satu lorong sekolah tinggi itu, terlihat disaksikan oleh beberapa mahasiswa senior. Mereka tertawa-tawa seolah puas melihat adegan itu.
Ada adegan yang mengerikan: seorang mahasiswa ditampar berkali-kali sampai berdarah. Setelah itu, perutnya dipukul dengan keras.
Informasi yang dihimpun, dua dari tiga korban pemukulan bernama Manurung Hutagalung dan Manuputty. Keduanya adalah angkatan 48 dan sudah diwisuda pada 2009. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !