Sabtu, 26 Mei 2012 | 06:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Secercah Asa dari Saham Grup Bakrie
Headline
istimewa
Oleh: Ahmad Munjin & Asteria
web - Selasa, 9 Februari 2010 | 13:48 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pada Selasa (9/2) siang, saham grup Bakrie masih terpantau memerah. Namun, ada peluang beli di beberapa emitennya terkait harganya yang sudah cukup murah. Apa saja?
Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan, saham Grup Bakrie secara umum masih akan terbawa sentimen negatif market. Pasar cenderung wait and see atas seberapa parah kasus gagal bayar di Portugal, Spanyol dan Yunani.
Namun, masih ada peluang beli atas beberapa emiten yang sudah oversold, katanya kepada INILAH.COM, Selasa (9/2). Beberapa saham grup Bakrie yang direkomendasikan adalah PT Energi Mega Persada (ENRG), PT Bakrie Telecom (BTEL) dan PT Bakrieland Development (ELTY). Akumulasi beli untuk emiten-emiten ini, ucapnya.
Menurutnya, ENRG hari ini akan bergerak di level support dan resistance di 170-182 sementara BTEL diprediksikan akan bergerak di kisaran 138-152. Sedangkan saham properti ELTY akan bergerak antara 205-245, pungkasnya.
Sentimen positif ELTY, terkait hampir rampungnya proyek Bakrie Tower dan Lifestyle Center yang termasuk super blok Rasuna Epicentrum pada April 2010. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan infrastruktur untuk menunjang pertumbuhan kinerjanya, di samping proyek-proyek properti, salah satunya proyek tol Kanci-Pejagan.
ELTY juga banyak mengembangkan hunian di kawasan Bogor. Hal ini seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi di wilayah Bogor, Tangerang, dan Bekasi yang mencapai 3,8% per tahun.
Sedangkan daya tarik emiten telekomunikasi BTEL berasal dari aksi perseroan yang akan menaikkan nilai emisi obligasi globalnya hingga US$300 juta dari sebelumnya US$200 juta.
Data ini akan digunakan untuk capex guna memperluas jaringan dan penguatan bisnis data. Selain itu, BTEL juga menargetkan 14 juta pelanggan tahun ini, dengan menambah jumlah BTS, optimalisasi menara yang sudah ada dan menambah frekuensi.
ENRG juga masih prospektif. Keberhasilan perseroan mendapat proyek pasokan gas dari PLN akan menjadi momentum kenaikan harga saham ENRG. Selain itu didukung bertambahnya kepemilikan PT Bakrie&Brothers (BNBR) setelah rights issue dan akuisisi blok Masela.
Adapun Samuel Sekuritas masih menjagokan saham primadona PT Bumi Resources (BUMI). Emiten tambang ini tetap menarik untuk ditransaksikan, karena sifatnya yang likuid di pasar. Kami rekomendasi beli untuk BUMI, katanya dalam riset Selasa (9/2).
Tersiar kabar bahwa PT Multicapital, anak usaha BUMI, menunda pembayaran 7% saham Newmont Nusa Tenggara (NNT) periode 2009 sebesar US$246 juta. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia meminta NNT menuntaskan persoalan intern terkait perubahan kepemilikan saham, baru kemudian akan dibayar. Proses perubahan nama tersebut hanya masalah administrasi, yang diharapkan selesai dalam waktu dekat.
Secara teknikal, saham BUMI juga masih menarik terkait potensi penguatan lebih lanjut. Danareksa Securities mengatakan, BUMI saat ini membuat pola Candle Dragon Fly Doji setelah sempat melemah ke support 2.275. Rekomendasi trading buy untuk BUMI dengan stoploss ketat di 2.250. Target harga saham BUMI dapat mencapai 2.875, ujarnya.
Demikian juga Etrading Securities yang menilai, harga saham BUMI menunjukkan indikasi reversal pada level supportnya. Selain itu, indikator Williams %R juga memberi signal adanya peluang penguatan. Investor dapat melakukan aksi trading buy pada range saham ini di kisaran 2350 2650, katanya.[mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.