INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah akan melepas kembali kepemilikan sahamnya
di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) guna memperbesar porsi saham publik alias free floating hingga 40%.
"Mudah-mudahan tahun ini untuk penambahan saham ke publik untuk BNI dan Mandiri. Namun pelepasan ini melalui secondary offering atau rights issue yang masih dipertimbangkan sehingga dapat menambah kepemilikan mereka," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar pada acara listing saham PP di lantai bursa,
Selsa (9/2).
Saat ini, porsi saham publik di Bank Mandiri sekitar 33% yang akan dinaikkan menjadi 40% sedangkan BNI masih 15%. "Saham publik BNI kan sekarang 15%. Nanti akan menjadi mendekati 40%," paparnya.
Adanya free floating kedua saham berpelat merah ini guna mendapatkan intensif pajak 5% dari pemerintah. Namun free float tetap harus mendapat persetujuan dari DPR. "Masih dibahas di DPR dan harus disetujui oleh anggota dewan," tegasnya. [san/cms]