Sabtu, 26 Mei 2012 | 06:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pasar Indonesia Diserbu Pemain Baru
Headline
Inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Rosdianah Dewi
web - Selasa, 9 Februari 2010 | 13:58 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Selama lima tahun terakhir telah terjadi pergeseran pasar tujuan ekspor dan impor Indonesia. Beberapa pemain baru mulai mulai mendominasi pangsa pasar Indonesia.

Demikian dikatakan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar dalam konfrensi persnya di Gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, Selasa (9/2). "China, India, Korea Selatan dan negara lainnya mulai mendominasi pangsa pasar ekspor Indoensia, sementara pangsa pasar ekspor Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang mulai berkurang," jelasnya,

Misalnya, kata dia, untuk ekspor non migas, pada tahun 2004, pasar Amerika Serikat mencapai 14,8 % dari total ekspor non migas Indonesia, namun pada tahun 2009 turun menjadi 10,7 %. Untuk Uni Eropa, pada tahun 2004 ekspor
non migas ke Uni Eropa mencapai 16,1 % dari total ekspor non migas Indonesia, sementara pada tahun 2009 turun menjadi 13,9 %. Sedangkan Jepang turun dari 15 % di 2004 menjadi 12,3 % di 2009. "Pada 2004, ekspor non migas Indonesia ke Cina hanya 6,1 persen sekarang naik menjadi 9,1 persen di 2009 dan ke India naik dari 3,8 persen di 2004 menjadi 7,2 persen di 2009," ucapnya.

Dikatakannya, selama tahun 2009 ekspor nonmigas Indonesia ke China mencapai US$ 8,9 miiar atau tumbuh sebesar 14,4 %daripada tahun 2008. Sedangkan ekspor ke India tercatat US$ 7,4 miliar atau tumbuh 4,1 % dibanding tahun 2008 dan Korea Selatan mencapai US$ 5,2 miliar atau tumbuh 10,9 %dibanding 2008. "Namun ekspor Indonesia, masih terkonsentrasi pada 8 pasar tujuan ekspor dan negara-negara ASEAN merupakan pasar ekspor terbesar dimana lebih dari 20 persen ekspor Indonesia ditujukan ke wilayah ini," papar dia.

Ia melanjutkan, pergeseran juga terjadi pada Negara asal impor di Indonesia. Jika pada tahun 2004 impor dari Amerika Serikat mencapai 19 persen turun menjadi 10,31 persen di 2009, sementara untuk impor dari Jepang di 2004 mencapai 19,26 % turun menjadi 14,38 %. Sedangkan nilai impor Uni Eropa cenderung stabil di kisaran 12 %. "Sedangkan China naik semula 7,9 persen di 2004 menjadi 19, 77 persen. Naiknya impor china telah disebabkan Impor dr negara lain berkurang," tukasnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.