Senin, 28 Mei 2012 | 18:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ancaman Reshuffle, Demokrat Salah Komunikasi
Headline
M Qodari - istimewa
Oleh: Mevi Linawati
web - Selasa, 9 Februari 2010 | 14:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat dinilai salah komunikasi saat mengancam anggota koalisi partai politik dengan reshuffle kabinet.

"Itu salah besar, paling tidak dari komunikasi. Reshuffle dilakukan dalam konteks kinerja bukan politik," ujar pengamat politik dari Indo Barometer M Qodari di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/2).

Menurut dia, hal tersebut menjadi tidak taktis. Baru menjadi baik kalau reshuffle disangkutkan pada kinerja atau menyangkut persoalan hukum.

"Selain itu, secara hitung-hitungan politik, bagi SBY dan Demokrat, bila Golkar dan PKS ada di luar dari pemerintahan jadi liar di luar kendali. Walaupun jika dalam koalisi memang merepotkan," kata dia.

Presiden SBY, menurut Qodari, juga sudah meminta agar kasus Bank Century dibuka seterang-terangnya. Jadi kalau mau keras, tidak masalah karena bisa dibilang usut tuntas.

"Kalau SBY mau ancam, nggak usah ngomong di media massa formal tapi cukup di belakang layar," pungkasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.