INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat dinilai salah komunikasi saat mengancam anggota koalisi partai politik dengan reshuffle kabinet.
"Itu salah besar, paling tidak dari komunikasi. Reshuffle dilakukan dalam konteks kinerja bukan politik," ujar pengamat politik dari Indo Barometer M Qodari di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/2).
Menurut dia, hal tersebut menjadi tidak taktis. Baru menjadi baik kalau reshuffle disangkutkan pada kinerja atau menyangkut persoalan hukum.
"Selain itu, secara hitung-hitungan politik, bagi SBY dan Demokrat, bila Golkar dan PKS ada di luar dari pemerintahan jadi liar di luar kendali. Walaupun jika dalam koalisi memang merepotkan," kata dia.
Presiden SBY, menurut Qodari, juga sudah meminta agar kasus Bank Century dibuka seterang-terangnya. Jadi kalau mau keras, tidak masalah karena bisa dibilang usut tuntas.
"Kalau SBY mau ancam, nggak usah ngomong di media massa formal tapi cukup di belakang layar," pungkasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !