INILAH.COM, Barcelona Bermain di empat liga Eropa membuat Zlatan Ibrahimovich sudah memiliki cukup pengalaman untuk berpendapat jika Seri A berbeda dengan dua liga lain yang pernah diikutinya.
Striker yang kini merumput bersama Barcelona tersebut sebelumnya memang pernah menghuni Malmo FF, Ajax Amsterdam, Juventus dan Inter Milan. Dari empat liga yang diikutinya, tiga liga terakhir menjadi perbandingan dalam karir sepak bolanya.
Ibrahimovic pernah meraih gelar sebagai pemain terbaik Seri A dan menjadi topskorer dalam kompetisi tertinggi di negara yang telah menjadi juara Piala Dunia sebanyak empat kali, namun dia menilai jika sepak bola di Italia hanya mementingkan kemenangan.
Mereka hanya butuh 1-0. Tidak ada hal lain yang lebih penting selain kemenangan. Dan jika ada pemain yang bermain dengan baik, maka dia akan bilang, Ya kamu bermain dengan baik, tetapi kamu tidak memenangkan apa-apa, tutur Ibrahimovic.
Permainan sepak bola yang baik tidak diperhitungkan oleh mereka. Kemenangan 1-0 di Ajax akan membuat fans bersiul pada Anda. Mereka berbuat seperti itu karena mereka menginginkan sepak bola yang bagus, lanjut penyerang asal Swedia itu.
Ibrahimovic kemudian menyebutkan jika perbedaan iklim sepak bola di Italia dan Spanyol juga dapat dilihat dari aktivitas pelatih. Baginya, Josep Pep Guardiola memiliki cara kepelatihan yang berbeda dibanding pelatih-pelatih lain yang pernah memolesnya.
(Fabio) Capello, (Roberto) Mancini dan (Jose) mourinho bukanlah pelatih yang aktif. Capello dan Mourinho menjelaskan suatu hal dengan menggunakan papan tulis. Pep turun ke lapangan. Dia dulu adalah seorang pemain andal dan dia tahu apa yang pemain pikirkan. Dia hidup untuk sepak bola, terangnya.[nov]