Senin, 28 Mei 2012 | 18:02 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Berani Bicara Pemakzulan SBY
Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
Headline
Prabowo Subianto - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Mevi Linawati
web - Selasa, 9 Februari 2010 | 16:08 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Rumor Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto marah dengan Fraksi Gerindra, bukan isapan jempol. Desmon Mahesa korbannya.

Saat dihubungi, Selasa (9/2), Sekretaris Fraksi Gerindra itu mengakuinya. Namun, dirinya tidak mengetahui alasannya.

"Semua orang juga bertanya-tanya. Mungkin karena pemakzulan dan sebagainya," kata dia.

Mantan aktivis ini menjelaskan kapan dirinya dicopot. Kemarin, Senin (8/2), dirinya dipanggil Prabowo.

"Kata Prabowo untuk kepentingan yang lebih luas Desmon Mahesa diistirahatkan menjadi Sekretaris Fraksi Gerindra," paparnya.

Siapa penggantinya? Desmon tidak tahu. Yang jelas, Desmon mengaku hanya dicopot dari jabatan fraksi, bukan di kepartaian.

Diberitakan sebelumnya, kurang koordinasi antara anggota Pansus Angket Century dari Fraksi Partai Gerindra dengan Ketua Umum DPP Gerindra terkait pemakzulan SBY membuat keadaan partai berlambang burung garuda itu agak tegang.

Pasalnya Prabowo menegur para anggotanya yang ingin memakzulkan SBY melalui jalur Pansus Century.

"Pak Prabowo saya kira bukannya marah, tapi mengingatkan bahwa sendi negara harus dihormati. Kemudian aturan main juga harus dihormati dan kehidupan masyarakat juga harus dijaga. Pak Prabowo juga berpesan bahwa proses demokrasi harus dihormati," ungkap Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Muzani yang juga merupakan anggota pansus ini pun mengakui memang kurangnya koordinasi diantara para anggota fraksi dengan Prabowo. Menurutnya, sebagai partai baru, Gerindra masih butuh banyak penataan termasuk dalam hal proses koordinasi dalam partai.

"Semua masih dalam proses penataan, karena Gerindra kan partai yang masih tergolong baru. Pak Prabowo sendiri tidak tahu menahu masalah (pernyataan pemakzulan) ini. Yang jelas sampai saat ini fraksi Gerindra belum berkesimpulan," ucapnya.

Ketika pernyataan fraksi Gerindra mendukung adanya pemakzulan terhadap SBY digulirkan, Prabowo hingga hari ini masih berada di luar negeri. Sehingga, hal tersebut menjadi salah satu alasan lemahnya koordinasi yang terjalin terkait masalah yang cukup sensitif tersebut.

"Kita terus sampaikan mengenai pentingnya koordinasi," pungkas Muzani. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.