INILAH.COM, Jakarta - Pelemahan IHSG
akhirnya berakhir setelah pada perdagangan Selasa (9/2) mengalami teknikal rebound sehingga ditutup naik 13,92 poin (0,56%) menjadi 2.489,49 setelah terkoreksi cukup tajam kemarin. Hal itu dikatakan analis saham First Asia Capital, Bayu Aji kepada
INILAH.COM Selasa (9/2). "Teknikal rebound dipicu oleh reboundnya indeks di Hong Kong sehingga mengangkat IHSG. Namun indeks masih belum stabil karena dapat tiba-tiba terkoreksi," katanya.
Namun rebound ini hanya karena teknikal saja, belum didasari sentimen positif yang kuat. Dengan demikian indeks menguat di semua sektor. Untuk penguatan berikutnya, indeks menunggu penguatan Dow Jones dan harga minyak yang sudah berpotensi menguat lagi.
Untuk volume perdagangan mencapai 4,1 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp3,6 triliun yang diwarnai 114 saham menguat, 68 saham turun dan 75 saham stagnan. Untuk indeks saham JII

naik 1,1 poin ke level 404, indeks saham LQ45

turun 3,5 poin ke level 482. Untuk sektor pertambangan masih tertekan 13 poin ke 2.122 saat yang lain sudah berbalik arah.
Adapun saham-saham yang naik adalah Goodyear Indonesia (
GDYR) naik Rp1500 ke Rp12.500, Indo Tambangraya Megah (
ITMG) naik Rp700 ke Rp29.500, Astra International(
ASII) naik Rp450 ke Rp13.300, Indocement Tunggal Prakasa (
INTP) naik Rp350 ke Rp13.300, United Tractors (
UNTR) naik Rp300 ke Rp15.650, PP London Sumatera (
LSIP) naik ke Rp300 ke Rp8.500, Semen Gresik (
SMGR) naik Rp250 ke Rp7.800.
Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Sumi Indo Kabel (
IKBI) turun Rp320 ke Rp1.300, Telekomunikasi Indonesia (
TLKM) turun Rp150 ke Rp8.550, Humpuss Intermoda Transportasi (
HITS) turun Rp100 ke Rp500, Bumi Resources (
BUMI) turun Rp100 ke Rp2.300. [hid]