Minggu, 27 Mei 2012 | 15:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pertumbuhan Ekonomi RI Sangat Rapuh
Headline
Hendri Saparini
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
web - Selasa, 9 Februari 2010 | 16:37 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi yang disokong oleh aliran hot money dan utang, bersifat rapuh. Pesimis dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,3%.

Ekonom ECONIT Hendri Saparini menyatakan, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2009 akan berada pada kisaran 4,4-4,5%. "Tapi pertumbuhan yang didorong oleh hot money dan dibiayai oleh utang itu bukan pertumbuhan yang cukup tumbuh artinya ini pertumbuhan ekonomi yang rapuh," ujarnya ketika ditemui di auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta, Selasa (9/2).

Namun, kendati memprediksikan di atas target pemerintah, Hendri menyatakan, angka tersebut adalah angka yang rapuh karena pertumbuhan tersebut bukan didukung sektor riil. Selain itu, ia menilai, dua sektor yang menunjang pertumbuhan ekonomi yaitu manufaktur dan pertanian, bersifat semu karena tidak dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal. "Dua sektor yang menyerap (tenaga kerja) yakni manufaktur tumbuh 1,4 persen dan pertanian 3,4 persen, tapi bukan pertanian rakyat. PE (pertumbuhan ekonomi) tinggi tapi dengan ongkos mahal dan ekonomi rapuh, dan ketidakadilan hasil-hasil kepada masyarakat," ujarnya.

Sebagai informasi, Hendri dan beberapa ekonom serta ahli politik yaitu Ichsanuddin Noorsy, Revrisond Baswir, Muhammad Yunus, Sri Edi Swasono, Kwik Kian Gie, Kriminolog UI Dr Muhammad Mustofa, dan Ahli Ekonomi Politik UGM Muhctar Mas'ud, pada Selasa ini mendeklarasikan pembentukan Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) di Gedung Auditorium Perpustakaan Nasional. [mre/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.