INILAH.COM, Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan pemerintah dinilai hanya sekedar permainan pelajaran akuntansi.
"Kebijakan APBN semakin lama cenderung pada utak-atik akuntansi," ujar ekonom Econit, Hendri Saparini di Auditorium Perpustakaan Nasional, Selasa (9/2).
Menurutnya, pemerintah dalam mencari sumber penerimaan negara nggak lagi sesuai institusi Indonesia. "APBN kita terus meningkat, tapi nggak ada kesejahteraan bagi rakyat. Biaya sangat mahal," ujarnya.
Selain itu, anggaran yang dibiayai dari kekayaan alam, juga disokong oleh utang dalam bentuk penerbitan obligasi dengan bunga tinggi. "Bahkan jika bunga negara lain hanya 3,5 persen, tapi Indonesia justru
suku bunganya mencapai 10 persen," ujarnya.
Ia menegaskan, seharusnya pemerintah menerapkan kebijakan politik yang tepat dalam pengelolaan APBN serta sumber daya alam (SDA). "Untuk itu, kita memerlukan kebijakan politik dalam kebijakan mengelola
SDA," ujarnya. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !